Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Kenaikan harga pakan ikan yang terus terjadi membuat sejumlah pembudidaya lele di Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, memilih menghentikan sementara aktivitas budidaya. Mereka membiarkan kolam kosong sembari menunggu adanya kebijakan pemerintah yang dapat meringankan beban usaha. (16/07/2026).
Pembudidaya lele sekaligus anggota Kelompok Kuncine Lele, Edy Waluyo, mengatakan keputusan mengosongkan kolam bukan tanpa alasan. Menurutnya, biaya pakan terus meningkat, sedangkan harga jual lele di pasaran sulit mengalami kenaikan.
“Peternak memilih mengosongkan kolam karena harga pakan mahal. Sementara harga jual lele tidak bisa naik. Kalau dipaksakan tetap budidaya, hasilnya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” kata Edy Waluyo.
Selain itu Edy Waluyo juga menjelaskan, kondisi tersebut membuat keuntungan pembudidaya terus menurun. Bahkan, tidak sedikit peternak yang memilih menunda penebaran benih untuk menghindari risiko kerugian yang lebih besar.
Pihaknya berharap pemerintah segera menghadirkan langkah nyata untuk membantu pembudidaya ikan lele. Menurutnya, kebijakan yang mampu menekan biaya produksi atau menjaga keseimbangan antara harga pakan dan harga jual hasil panen sangat dibutuhkan agar usaha budidaya tetap berjalan.
“Kami berharap ada solusi dari pemerintah. Kalau harga pakan terus naik sementara harga lele tetap, peternak akan semakin sulit bertahan. Kami ingin tetap berproduksi, bukan mengosongkan kolam,” ujarnya.
Lebih lanjut, sebagai peternak lele yang sudah berjalan bertahun – tahun, Edy menambahkan apabila kondisi tersebut terus berlangsung, dikhawatirkan jumlah pembudidaya yang menghentikan usaha akan semakin bertambah.
“Dampaknya tidak hanya dirasakan peternak, tetapi juga berpotensi memengaruhi pasokan ikan lele dari pembudidaya lokal di Kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya. (Why/Red)








