Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya Cek Stasiun Bojonegoro!

SuaraBojonegoro.com – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H sekaligus memastikan kesiapan operasional menghadapi Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menggelar kegiatan Safari Ramadan yang dirangkaikan dengan pengecekan lintas dan inspeksi di Stasiun Bojonegoro. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian cek lintas yang dilaksanakan dari Stasiun Surabaya Pasarturi hingga Stasiun Tobo.

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Executive Vice President Daop 8 Surabaya. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, khususnya menjelang periode dengan mobilitas tinggi seperti Angkutan Lebaran.

 

Dalam kegiatan ini, manajemen melakukan inspeksi menyeluruh terhadap prasarana dan fasilitas operasional, meliputi kondisi rel, wesel, sistem persinyalan, serta berbagai aset perusahaan di Stasiun Bojonegoro. Selain itu, dilakukan pula peninjauan terhadap fasilitas pelayanan pelanggan, bangunan stasiun, serta ruang PPKA guna memastikan seluruh fungsi operasional berjalan sesuai standar dan prosedur yang berlaku.

 

Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat, menjelaskan bahwa Safari Ramadan yang dirangkaikan dengan pengecekan lintas ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh prasarana dan layanan dalam kondisi optimal.

 

“Melalui kegiatan ini, manajemen dapat melihat secara langsung kesiapan operasional di lapangan, mulai dari kondisi rel, wesel, sistem persinyalan, hingga fasilitas pelayanan di stasiun Bojonegoro. Langkah ini kami lakukan sebagai upaya memastikan perjalanan kereta api tetap selamat, aman, dan nyaman, khususnya menjelang Angkutan Lebaran 2026,” ujar Daniel.

Baca Juga:  Mayat Membusuk di Dalam Sebuah Rumah di Bojonegoro, Diduga Sudah 5 Hari Meninggal Dunia

 

Selain melakukan pemeriksaan fisik prasarana, jajaran manajemen juga berdialog langsung dengan para petugas di lapangan untuk menyerap masukan, memberikan arahan, serta memastikan setiap potensi temuan dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur. KAI Daop 8 Surabaya menegaskan bahwa budaya keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aspek operasional.

 

Seluruh petugas diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan kerja, menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara konsisten, serta memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Komitmen tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran.

 

Daniel menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan nilai kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

“Ramadan adalah bulan yang penuh makna. Kami ingin memastikan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian ini tercermin dalam pelayanan yang semakin baik serta komitmen kuat dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Dengan kesiapan yang optimal, kami berharap seluruh perjalanan kereta api di Stasiun Bojonegoro dapat berjalan lancar selama masa Angkutan Lebaran,” tutup Daniel.

 

Melalui Safari Ramadan dan pengecekan lintas ini, KAI Daop 8 Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, profesional, serta berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pelanggan, terutama pada periode penting seperti Angkutan Lebaran 2026.

 

 

*Update Angkutan Lebaran Stasiun Bojonegoro*

Baca Juga:  Kekeringan Meluas, BPBD Bojonegoro Distribusikan 3,13 Juta Liter Air Bersih ke 74 Desa

 

Penjualan tiket kereta api jarak jauh pada masa Angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Bojonegoro hingga saat ini telah mencapai 11.618 tiket. Jumlah tersebut merupakan akumulasi keberangkatan pada periode 11 Maret 2026 (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10). Angka penjualan ini diperkirakan masih akan terus meningkat seiring dengan mendekatnya Hari Raya Idulfitri.

 

Sementara itu, tanggal dengan tingkat penjualan tertinggi tercatat pada 24 Maret 2026 (H+2) dengan total 1.236 tiket terjual. Tingginya penjualan pada tanggal tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan pada masa arus balik Lebaran. Meski demikian, tiket untuk berbagai tanggal dan relasi lainnya masih tersedia dalam jumlah yang memadai.

 

Selama periode Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Bojonegoro diproyeksikan akan melayani sebanyak 26.204 pelanggan, yang terdiri atas 11.618 pelanggan naik dan 14.586 pelanggan turun.

 

Untuk mendukung kelancaran layanan, pada masa Angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, Stasiun Bojonegoro setiap harinya akan melayani 34 perjalanan kereta api jarak jauh, yang terdiri dari 30 perjalanan KA reguler dan 4 perjalanan KA tambahan.

 

KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan serta melakukan pemesanan melalui kanal penjualan resmi sebelum kuota tiket terpenuhi. Dengan perencanaan yang matang dan pembelian tiket lebih awal, perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran diharapkan dapat berlangsung aman, lancar dan nyaman. (Lis/Red)