Hampir 900 Peserta Ikuti MTQ Bojonegoro 2026, Wabup : LPTQ Siapkan Kader Qur’ani ke Level Provinsi

SuaraBojonegoro.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Bojonegoro 2026 kembali digelar dengan konsep pembagian tiga zona. Hingga pelaksanaan zona barat di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al Bahroin, Desa Pengkok, Kecamatan Padangan, Senin (5/10/2026), tercatat hampir 900 peserta mengikuti rangkaian MTQ tahun ini.

 

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, pelaksanaan MTQ 2026 menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Bojonegoro sekaligus memperkuat pembinaan peserta secara berkelanjutan.

 

“Sejak tahun 2026 saya diamanahi sebagai Ketua LPTQ Kabupaten Bojonegoro. Salah satu gagasan yang ingin kami lakukan adalah menghidupkan kembali kegiatan MTQ tingkat Kabupaten Bojonegoro,” ujar Nurul saat memberikan sambutan.

 

Menurutnya, pelaksanaan MTQ tahun ini dibagi menjadi tiga zona, yakni zona timur, zona barat dan zona tengah. Pembagian tersebut dilakukan untuk memperluas kesempatan masyarakat mengikuti ajang MTQ sekaligus memudahkan proses seleksi dan pembinaan.

 

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar di masing-masing zona. Zona timur diikuti sekitar 286 peserta, zona barat sebanyak 288 peserta, sedangkan zona tengah diperkirakan mencapai sekitar 300 peserta.

 

“Respons masyarakat ternyata sangat luar biasa. Dari tiga zona, hampir 900 peserta mengikuti MTQ. Ini menjadi modal yang baik untuk melakukan pembinaan lebih serius,” jelasnya.

 

Nurul menegaskan, MTQ tidak semata-mata diarahkan sebagai ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pintu masuk untuk menemukan potensi generasi Qur’ani yang selanjutnya dapat dibina agar mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Wabup Bojonegoro Minta Pemkab Segera Cairkan ADD Karena Hak Desa

 

“Dari para peserta tersebut akan kami lakukan persiapan dan pembinaan secara lebih serius. Kami ingin membentuk kader-kader terbaik yang nantinya dapat mewakili Bojonegoro dalam ajang MTQ tingkat provinsi maupun tingkat nasional,” tuturnya.

 

Pembinaan juga akan diarahkan pada peningkatan kualitas dewan hakim. Menurut Nurul, dewan hakim perlu memiliki standar penilaian yang sejalan dengan ketentuan pada tingkat provinsi maupun nasional.

 

Selain aspek prestasi, Nurul menilai pembinaan generasi Qur’ani memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bojonegoro di tengah perubahan zaman.

 

“Perang tidak lagi hanya berupa perang fisik. Persaingan saat ini lebih banyak berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, SDM anak-anak kita harus diberikan pembekalan yang baik,” jelasnya.

 

Ia mengatakan pendidikan agama dan pembentukan mental perlu berjalan beriringan dengan pendidikan umum. Hal itu dinilai penting karena orang tua kini semakin mempertimbangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.

 

“Orang tua sekarang menginginkan pendidikan yang tidak hanya memberikan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki fondasi mental dan pendidikan agama,” ujarnya.

 

Untuk memperkuat pembinaan tersebut, LPTQ Kabupaten Bojonegoro juga mendorong adanya pengakuan terhadap kemampuan peserta, khususnya dalam bidang hafalan Al-Qur’an.

Baca Juga:  Ngobrol Pintar Bersama Wabup Bojonegoro Dibulan Bung Karno

 

“Selaku Ketua LPTQ, kami ingin memberikan penilaian dan sertifikat kepada anak-anak yang memiliki kemampuan dalam hafalan Al-Qur’an. Diharapkan sertifikat tersebut menjadi bukti kompetensi yang dapat digunakan ketika mereka melanjutkan pendidikan,” terangnya.

 

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro Dian Rohmawati mengatakan, pelaksanaan MTQ melalui tiga zona memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta dari berbagai wilayah.

 

Khusus zona barat, sebanyak 288 peserta mengikuti rangkaian seleksi. Peserta tersebut berasal dari delapan kecamatan, yakni Padangan, Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo, Kasiman, Kedewan, Gayam dan Purwosari.

 

“Peserta berasal dari delapan kecamatan, yakni Padangan, Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo, Kasiman, Kedewan, Gayam, dan Purwosari,” imbuh Dian.

 

Menurutnya, pelaksanaan MTQ secara berjenjang dan berbasis zona diharapkan dapat memudahkan proses seleksi sekaligus pembinaan peserta. Para peserta terbaik nantinya dipersiapkan untuk mengikuti tahapan selanjutnya di tingkat Kabupaten Bojonegoro.

 

Dengan konsep tersebut, MTQ Bojonegoro 2026 tidak hanya menjadi ruang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang LPTQ dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang memiliki kompetensi, mental dan daya saing hingga tingkat provinsi maupun nasional. (Red)