SIMBAK KADES Antarkan Desa Sukorejo Masuk 10 Besar PIN SISKAMLING Jaga Jatim 2026

SuaraBojonegoro.com – Inovasi digital Sistem Informasi Membangun Keamanan dan Ketertiban Desa (SIMBAK KADES) mengantarkan Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, masuk dalam 10 nominasi terbaik Penilaian Sistem Keamanan Lingkungan (PIN SISKAMLING) Jaga Jawa Timur 2026.

Inovasi tersebut menjadi salah satu aspek yang dipantau tim penilai saat monitoring dan evaluasi lapangan PIN SISKAMLING Jaga Jawa Timur 2026 di Balai Desa Sukorejo, Senin (5/10/2026).

SIMBAK KADES merupakan aplikasi yang digunakan untuk mempercepat pelaporan berbagai kejadian di lingkungan desa sekaligus mendukung respons terhadap gangguan keamanan, bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, Desa Sukorejo memiliki karakter wilayah yang cukup kompleks karena terdapat berbagai fasilitas pelayanan publik dan aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut membutuhkan sinergi seluruh unsur untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Desa Sukorejo ini sebenarnya ada miniaturnya Indonesia. Di sini lengkap, dari kesehatan punya rumah sakit, ekonomi punya pasar, perhubungan punya stasiun, kemudian fasilitas pendidikan juga lengkap,” ujar Nurul.

Menurutnya, keberadaan berbagai fasilitas tersebut membuat aktivitas masyarakat di Desa Sukorejo cukup tinggi. Karena itu, peran Linmas tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan dukungan pemerintah desa, aparat keamanan serta masyarakat.

Nurul juga mengapresiasi semangat anggota Linmas Desa Sukorejo yang tetap aktif menjalankan tugas menjaga keamanan lingkungan.

Baca Juga:  Inilah Hasil Ujian Peserta Balon Kades PAW Sukorejo! Kerja Profesional Panitia Tanpa Kecurangan

“Walaupun di sini ada yang sepuh, semangatnya lebih semangat 45. Tidak ada yang semangatnya kendur. Ini semangatnya kencang. Ini menunjukkan betapa hebatnya sinergi kita,” katanya.

Ketua Tim Penilai PIN SISKAMLING Jaga Jawa Timur 2026, Muhammad Subkhan Khasaugi, mengatakan penilaian tidak hanya berfokus pada kesiapan Linmas, tetapi juga melihat kolaborasi seluruh unsur dalam membangun sistem keamanan lingkungan.

“Penilaian Siskamling ini tidak hanya melihat dari sisi Linmas, tapi bagaimana kolaborasi Linmas dengan unsur-unsur yang mendukung,” jelasnya.

Ia menyebut Kabupaten Bojonegoro memperoleh nilai sementara tertinggi pada tahap administrasi dengan skor 48,5. Nilai tersebut memiliki bobot 50 persen dari keseluruhan penilaian, sedangkan 50 persen lainnya ditentukan melalui peninjauan lapangan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, Linmas hingga masyarakat menjadi salah satu aspek penting yang dilihat dalam penilaian lapangan.

Sementara itu, Kepala Desa Sukorejo Meyke Lelyanasari menjelaskan, SIMBAK KADES dikembangkan untuk mempercepat penyampaian informasi dan penanganan kejadian di lingkungan desa.

“Di dalamnya ada fitur pelaporan cepat kejadian. Ketika ada kejadian langsung di-upload di sistem tersebut sehingga kami bisa langsung merespons cepat,” jelas Meyke.

Aplikasi tersebut dapat diakses oleh kepala desa, operator desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas Linmas, hingga ketua RT dan RW. Akses pada tingkat RT dan RW juga dapat dibagikan kepada keluarga di lingkungan sekitar sehingga informasi mengenai suatu kejadian dapat diterima lebih cepat.

Baca Juga:  Pertemuan PT KAI dan Warga Pondok Pinang Deadlock, Desa Sukorejo Akan Tetap Perbaiki Jalan

Selain pelaporan kejadian, SIMBAK KADES digunakan untuk mencatat kegiatan ronda malam Linmas melalui fitur absensi. Aplikasi ini juga memuat laporan kegiatan desa, gangguan keamanan, bencana hingga berita duka.

Untuk kondisi darurat, SIMBAK KADES menyediakan informasi nomor layanan penting, seperti kepolisian, pemadam kebakaran dan rumah sakit. Dengan demikian, laporan yang masuk dari lingkungan dapat segera diteruskan untuk mendapatkan penanganan.

Meyke mengatakan, pemanfaatan teknologi tersebut bukan untuk menggantikan peran Linmas dan masyarakat, melainkan memperkuat sistem keamanan lingkungan yang telah berjalan.

“Teknologi ini menjadi sarana untuk mempercepat informasi dan koordinasi. Namun, peran Linmas dan masyarakat tetap menjadi bagian utama dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya.

Penilaian lapangan PIN SISKAMLING Jaga Jawa Timur 2026 meliputi aspek administrasi, sarana dan prasarana, kesiapan Linmas serta partisipasi masyarakat.

Monitoring dan evaluasi di Desa Sukorejo turut dihadiri jajaran Forkopimda, Forkopimcam, unsur tiga pilar, perangkat daerah terkait serta anggota Linmas. (Red/Lis)