SuaraBojonegoro.com – Kelangkaan dan sulitnya masyarakat Bojonegoro diberbagai wilayah untuk mendapatkan Tabung Gas LPG dan juga mengalami kenaikan harga hingga Rp34 ribu, semakin meluas dan masih dirasakan masyarakat, terutama masyarakat yang mengelola kegiatan UMKM, hal ini menjadi atensi Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah agar keluhan masyarakat tersebut tidak berlarut-larut.
Beberpa waktu Wabup Nurul Azizah juga melakukan sidak langsung ke pangkalan dan pengecer LPG guna mengetahui apa yang menjadi penyebab kelangkaan Tabung Gas LPG 3 Kg ini. Bahkan pihak kepolisian juga menghimbau keras agar masyarakat atau pangkalan tidak main main dalam soal ini.
Bupati Setyo Wahono mengatakan bahwa dirinya All Out dalam meminta tambahan kepada Pertamina Patraniaga, dan juga melalui surat resmi yang dikeluarkan Pemkab Bojonegoro.
“Kita terus meminta kepada Pertamina agar segera dipenuhi keinginan masyarakat karena hal ini merupakan penting apalagi saat menjelang Hari Besar Idul Fitri,” Ujar Setyo Wahono, Jum’at (20/3/2026).
Selain itu, Setyo Wahono juga menyebutkan bahwa Pemkab Bojonegoro juga meminta tambahan Kuota tabung Gas LPG 3 kg. “Kita tidak tinggal diam, masyarakat harus terpenuhi kebutuhannya soal LPG, kami terus menanyakan dan menghubungi pihak Pertamina,” Tegasnya.
Sebelumnya, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) merespon cepat adanya keluhan masyarakat akan kelangkaan LPG 3 kilogram. Disdagkop UM telah berkoordinasi dengan Pertamina guna mencari solusi secepatnya.
Menurut Plt Kepala Disdagkop UM Bojonegoro, Ahmadi, Pihaknya juga telah mengirim surat kepada Pertamina Patra Niaga untuk meminta penambahan kuota LPG sebanyak 3.879 metrik ton (MT).
(Sas*)








