BUMDesa Bandungrejo Dilatih Perencanaan Budidaya Ayam Petelur

oleh -

SUARABOJONEGORO.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Bandungrejo dilatih perencanaan budidaya ayam petelur. Dilakukan setelah revitalisasi kepengurusan. BUMDesa setempat terus berupaya melakukan peningkatan kapasitas kepengurusan dan kelembagaannya. Dengan beranggotakan 7 (tujuh) orang masyarakat Bandungrejo, BUMDesa kali ini dilatih penyusunan sebuah rencana usaha, Rabu (28/02/18).

Public Government Affairs & Relation Manager PEPC, Kunadi menyatakan bahwa, rencana usaha BUMDesa ini mencakup kriteria persyaratan bisnis secara umum. Diantaranya, aspek keuangan, aspek pemasaran , aspek produksi, aspek penyediaan sarana prasarana, aspek HSSE, aspek administrasi, aspek personalia, dan aspek regulasi.

Pelatihan tersebut, merupakan bagian dari Program Peningkatan Mata Pencaharian Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Optimalisasi Peran BUMDesa yang diinisiasi PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yang merupakan operator Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).

Program kemitraan dengan Institute Development Of Society (IDFoS), lembaga nirlaba dari Bojonegoro dan juga Praktisi & Konsultan Peternakan, drh. Suparto, masyarakat Bandungrejo juga diajak untuk mengunjungi kandang ayam petelur salah satu peternak di Bandungrejo. Mereka belajar bagaimana peternak memulai usaha ayam petelur hingga menghasilkan telur dan kemudian memasarkannya.

Sebelumnya, para pengurus BUMDesa ini juga ikut serta dalam pelatihan teknis budidaya ayam petelur yang diadakan pada tanggal 12 Februari 2018. Dihadiri Camat Ngasem, Dinas Peternakan Bojonegoro, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Bappeda. Calon peternak ayam dilatih untuk memilih bibit ayam, membuat kandang ayam hingga ke penempatan perabot untuk makan dan minum, pemeliharaan ayam petelurnya sendiri dan juga cara pengambilan ayam petelur.

Sebagai informasi, bahwa setiap sebagai piloting project BUMDesa Bandungrejo akan melakukan budidaya ayam petelur dalam skala 1000 ekor sebagai pilot project unit bisnis BUMDesa.

Camat Ngasem, Mahmudin, yang hadir di acara mengatakan bahwa proyek migas ini sebenarnya adalah tidak lama, maka bagaimana caranya sehingga masyarakat desa di sekitar wilayah operasi bisa merasakan manfaat bekelanjutan dari pengembangan proyek migas ini.

Hal ini juga disetujui oleh Praktisi dan Konsultan Peternakan, drh. Suparto yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat potensial sekali pasarnya, bila dikelola dengan baik akan memberikan nilai ekonomi yang bagus.

“Pihak Pemdes Bandungrejo sendiri telah menyediakan tanah kas desa seluas 2500 meter persegi untuk lokasi kandang ayam sebagai bentuk penyertaan modal BUMDesa,” imbuhnya. (yud/red)

Reporter : Wahyudi

No More Posts Available.

No more pages to load.