Butuh Orang Pengalaman untuk Membangun Infrastruktur

oleh -
Reporter: Monika

suarabojonegoro.com – Kerusakan infrastruktur jalan baik poros desa maupun kecamatan yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sampai saat ini perlu mendapat perhatian serius karena dapat menjadi penghambat dalam percepatan peningkatan ekonomi masyarakat.

Diperlukan strategi dan konsep matang dari orang berpengalaman dalam menata, merencanakan, dan melaksanakan pembangunan infrastruktur.

 “Jalan yang bagus sangat dibutuhkan warga untuk mewujudkan perekonomian yang tangguh,” kata salah satu Calon Bupati (Cabup) Bojonegoro, Soehadi Moeljono, kepada wartawan, Kamis (15/2/2018).

KPU Bojonegiro dalam Pilkada Bojonegoro 2018 menetapkan empat pasang Cabup-Cawabup yang akan bertarung menggantikan Bupati Soeyoto. Mereka adalah; Soehadi Moeljono-Mitroatin, Mahfudoh-Kuswiyanto, Anna Muawanah-Wawan, dan Basuki-Puji Dewanto.

 Untuk mewujudkan perekonomian tangguh ini, menurut Pak Mul – sapaan akrab Soehadi Moeljono, perlu adanya pembangunan jaringan infrastruktur yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi, di sektor pertanian, pariwisata, dan industri migas. Infrastruktur itu juga menghubungkan seluruh desa dengan jalan rakyat yang berbahan cor.

 “Kami yakin dengan integrasi dan konektivitas pusat-pusat ekonomi tiga sektor unggulan melalui jaringan infrastruktur jalan cor, dan moda transportasi akan mendorong pertumbuhan berbagai industri pendukung, di sektor jasa dan manufaktur,” jelas mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro yang sudah 32 menjadi birokrat.

 Sesuai data di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, jalan kabupaten yang sudah bisa tertangani perbaikan dalam kondisi mantap sekitar 80 persen dari panjang jalan mencapai 649.838 pada 2017.

 Untuk panjang jalan kabupaten di Bojonegoro mencapai 813.266 kilometer pada tahun 2017. Panjang ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 628.789 kilometer. Peningkatan ini disebabkan adanya peningkatan status jalan poros desa menjadi jalan kabupaten.

 Kerusakan jalan selalu ada tambahan baru setiap tahunnya. Rata-rata anggaran yang dialokasikan sekitar Rp100 miliar per tahun, kecuali 2017 yang mencapai Rp170 miliar.

 Sementara untuk tahun 2018, panjang jalan yang dilakukan pemeliharaan atau perbaikan di seluruh Kabupaten Bojonegoro sepanjang kurang lebih 150 kilometer dan untuk pembangunan jalan ada sekitar 50 kilometer dengan anggaran total Rp89 Miliar.

Saat ini jalan kabupaten diperbaiki dengan struktur perkerasan aspal, pembetonan, serta paving. Baik pembangunan atau perbaikan jalan dikarenakan menyesuaikan struktur tanah.

 “Karena, masing-masing wilayah, struktur tanahnya tidak sama,” kata Kepala DPU Bina Marga dan Penataan Ruang, Andi Tjandra, secara terpisah.

Pembangunan infrastruktur ini, menurut Dosen Universitas Bojonegoro (Unigoro), Miftahul Huda, saat diwawancarai beberapa waktu sebelumnya, perlu pencermatan dan kajian yang baik sebelum dilaksanakan. Dia mencontohkan, seperti pembangunan infrastruktur jalan yang bisa diterapkan dengan karakter tanah gerak beberapa kali pemerintah mencoba untuk mengatasi permasalahan itu dengan cara aspal hotmix, kemudian pavingisasi, dan baru kemudian dengan beton.

‚ÄúPavingisasi ini dianggap tidak berhasil dan dianggap kurang  mengalami kajian yang dalam. Seharusnya, jika adanya kajian yang lebih dalam maka bisa meminimalisir anggaran,” katanya.(Nik/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.