Oleh : Drs H. Sholikin Jamik, SH.MH.
SuaraBojonegoro.com – Karena begitu istimewanya kedudukan ibadah haji dan tidak semua orang Islam bisa menjalankan ibadah haji maka selaku ketua KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro berpesan khususnya kepada jamaah haji yang tergabung dalam KBIHU Masyarakat Madani pada khususnya dan kepada seluruh jamaah haji pada umumnya AGAR TETAP JAGA NIAT.
Bahwa dengan meninggalkan tanah air selama 40 hari menuju Mekah kita BUKAN TORIS, BUKAN TAMASYA,BUKAN REKREASI tapi menjadi tamunya Allah SWT. Maka jangan ada niat selain beribadah kepada Allah SWT. jangan ketumpangan niat lain apalagi urusan dunia.
1. Jangan ada niat sambil tindak haji bisa beli jam tangan murah, bisa beli emas yg murah dan bagus-bagus
2. Niat haji agar kalau pulang haji pakai kopyah putih pakai baju gamis di panggil pak haji setiap bertemu orang salaman dg cium tangan.
kita selalu pesankan walaupun berhaji bertemu tempat baru, budaya barjauh pi ingat niat haji yang pertama dan utama HANYA BERIBADAH KEPADA ALLAH.
Kenapa niat itu penting, karena banyak jamaah haji yang niatnya berubah ketika ada di tanah suci, kadang ada jamaah yang baru saja turun dari jedah sudah sibuk dan tidak bisa menahan diri masuk pusat belanja, cari emas mewah, beli permadani, bahkan ibu ibu sudah ribut beli cincin, padahal belum beribadah haji.
Orang berhaji kalau niat nya kuat, jangankan bertemu yang enak, bertemu yang tidak enak saja, menjadi enak. Mengapa karena niatnya kuat beribadah kepada Allah semata.
Perlu di ingat dalam rangkaian ibadah haji kalau mau mencari KENIKMATAN BIOLOGIS , kenikmatan dunia, hampir tidak ada tapi mengapa orang mau berhaji karena niatnya kuat untuk mendapat kebahagian batin bisa menjalankan panggilan Allah swt.
Beratnya ibadah haji bila di ukur kenikmatan duniawi, di lihat harus mengeluarkan uang banyak, rumah di tinggal, pekerjaan di tinggal. Anak dan famili di tinggal pergi melintasi samudra, lewat berbagai negara, sampai ke Mekah berkumpul jutaan manusia, berdesak desakan, tidur tidak teratur, bertemu orang besar besar dan tinggi, kadang kasar, cuacanya panas TAPI BELUM MENDENGAR PULANG IBADAH HAJI BILANG KAPOK, malah yang sering kita dengar jamaah haji saat thowaf wada'(thowal perpisahan) mengucapkan selamat tinggal ka’bah mau pulang ke tanah air dengan linangan air mata berurei membarahi pipi tanpa terasa hati menjerit, memohon kepada Allah kapan bisa kembali lagi, padahal belum pulang haji sudah pingin kembali. Inilah bila niat kuat yang di rasakan hanya kebahagian batin, hati bahagia.Bila hati bahagia PENDERITAAN BADAN MENJADI TIDAK TERASA. Kalau niat kuat jarah jauh terasa dekat, tapi kalau niat lemah jarak dekat terasa jauh (bersambung)
Penulis : Ketua KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro








