KKN-TK Kelompok 19 Unigoro Tanamkan Kepedulian Lingkungan kepada Siswa SD di Desa Turi

SuaraBojonegoro.com – Upaya menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini dilakukan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 19 Universitas Bojonegoro (Unigoro) melalui kegiatan Edukasi Peduli Lingkungan di empat sekolah dasar di Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi SDN Turi 1, SDN Turi 2, SDN Turi 3, dan SDN Turi 4. Melalui edukasi yang dikemas secara interaktif, mahasiswa mengajak para siswa memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengenali berbagai potensi bencana yang dapat terjadi akibat kerusakan alam.

Dalam penyampaiannya, mahasiswa KKN-TK Kelompok 19 memberikan materi mengenai penyebab dan langkah pencegahan banjir, upaya menghindari kebakaran, pentingnya menjaga pepohonan untuk mencegah tanah longsor, hingga membiasakan penghematan penggunaan air sebagai langkah menghadapi musim kemarau dan kekeringan.

Baca Juga:  Kelompok KKN-TK 26 Universitas Bojonegoro Gelar Pentas Seni Budaya di Desa Jono

Agar materi mudah dipahami, penyampaian dilakukan menggunakan media presentasi interaktif yang diselingi sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi dan aktif menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa.

Tak hanya memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini. Mahasiswa mengajak seluruh peserta untuk menjadi “Sahabat Alam”, yakni generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, merawat pohon, menjaga kebersihan sekolah, serta menggunakan air secara hemat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, KKN-TK Kelompok 19 Universitas Bojonegoro berharap para siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan positif tersebut di rumah maupun di sekolah. Dengan demikian, kesadaran menjaga alam dapat tumbuh sejak dini dan menjadi bagian dari budaya masyarakat di masa mendatang. (Red)