KKN-TK Kelompok 14 Unigoro Gelar Pelatihan Budidaya Jamur Janggel, Ubah Limbah Bonggol Jagung Menjadi Peluang Ekonomi

SuaraBojonegoro.com – Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong pemberdayaan potensi lokal desa, KKN-TK Kelompok 14 Universitas Bojonegoro (UNIGORO) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Jamur Janggel di Sendang Krajan, Desa Bareng, Kecamatan Sekar, pada Senin (20/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat umum, khususnya ibu-ibu PKK, dengan tujuan memberikan keterampilan baru dalam memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

 

Pelatihan menghadirkan Sholahudin Ahmed Al Ayubi sebagai pemateri dan Sholahudin Ahmed Al Mahdi sebagai instruktur praktik budidaya jamur janggel. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai peluang usaha berbasis limbah pertanian, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung mengenai teknik budidaya jamur janggel. Materi pelatihan meliputi pengenalan jamur janggel, alat dan bahan yang digunakan, hingga tahapan pembuatannya.

 

Tujuan utama budidaya jamur janggel adalah menyediakan alternatif sumber pangan bagi masyarakat sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang dapat dikelola dalam skala rumah tangga. Selain itu, pemanfaatan limbah bonggol jagung diharapkan mampu mengurangi limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian di Desa Bareng.

 

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan tahapan pembuatan media tanam jamur janggel, dimulai dari menyiapkan wadah atau keranjang yang dilapisi plastik hitam, kemudian menyusun jerami (damen) dan bonggol jagung secara bertahap. Selanjutnya, peserta menaburkan campuran bekatul (dedak), urea, dan ragi secara merata, lalu menyiram media dengan air secukupnya. Setelah seluruh lapisan selesai disusun, media ditutup rapat menggunakan plastik hitam dan dijaga kelembapannya dengan penyiraman rutin setiap hari agar jamur dapat tumbuh secara optimal.

Baca Juga:  Akademisi FISIP Unigoro Dorong Partisipasi Perempuan di Kancah Politik

 

Dalam penyampaiannya, Sholahudin Ahmed Al Mahdi menjelaskan bahwa kualitas bonggol jagung sangat berpengaruh terhadap hasil panen. Menurutnya, bonggol jagung yang berukuran besar memiliki potensi produksi yang lebih tinggi. Ia juga menyampaikan bahwa instalasi budidaya berukuran sekitar 3 × 2 meter dapat menghasilkan tingkat keberhasilan panen hingga sekitar 90%, sedangkan instalasi berukuran kecil umumnya hanya mencapai sekitar 50%. Mahdi juga menambahkan bahwa proses penyiraman media tanam akan lebih efektif apabila menggunakan air bekas cucian beras (leri) karena mengandung nutrisi yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan jamur.

 

Sementara itu, Sholahudin Ahmed Al Ayubi menjelaskan bahwa jagung yang dijual dalam bentuk mentah memiliki nilai jual yang relatif rendah. Namun, apabila limbah bonggol jagung diolah menjadi media budidaya jamur janggel, nilai ekonominya akan meningkat secara signifikan. Bahkan, menurutnya, harga jual jamur janggel saat ini dapat mencapai sekitar Rp50.000 per kilogram, sehingga budidaya ini berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Menuju Geopark Dunia, Pokdarwis Kedung Lantung Digembleng Strategi Branding dan Manajemen Wisata 

 

Kegiatan pelatihan berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik pembuatan media tanam. Sebagai bentuk tindak lanjut dari pelatihan, KKN-TK Kelompok 14 Universitas Bojonegoro (UNIGORO) menutup kegiatan dengan membagikan media budidaya jamur janggel kepada seluruh peserta. Media budidaya tersebut diharapkan dapat langsung dimanfaatkan oleh peserta untuk memulai budidaya jamur di rumah masing-masing.

 

Melalui pembagian media budidaya ini, tim KKN-TK Kelompok 14 UNIGORO juga akan melakukan monitoring dan pendampingan terhadap perkembangan budidaya jamur janggel yang dilakukan oleh setiap peserta. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan proses budidaya berjalan dengan baik, membantu mengatasi kendala yang dihadapi masyarakat, serta meningkatkan peluang keberhasilan panen. Dengan demikian, program pelatihan ini tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga berlanjut hingga tahap implementasi dan evaluasi di lapangan.

 

Melalui kegiatan ini, KKN-TK Kelompok 14 UNIGORO berharap masyarakat Desa Bareng, khususnya Dusun Krajan, mampu mengembangkan budidaya jamur janggel secara mandiri sebagai salah satu usaha produktif berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan, mengoptimalkan pemanfaatan limbah bonggol jagung, serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. (Red/Lis)