Flyover dan Ringroad, Langkah Besar Bojonegoro Menuju Kota Modern

Oleh : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com – Bojonegoro sedang memulai babak baru dalam perencanaan infrastruktur. Pemerintah Kabupaten, melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang, resmi menganggarkan Rp 1,1 miliar dari APBD 2025 untuk perencanaan menyusun studi kelayakan pembangunan Jalan Lingkar Selatan (Ringroad) yang terintegrasi dengan flyover. Jumat (15/08/2025).

Mungkin sebagian masyarakat bertanya, “Mengapa harus dimulai dari studi kelayakan?” Jawabannya sederhana, karena pembangunan besar tidak bisa dilakukan tanpa perhitungan matang. Sebuah ringroad dan flyover adalah proyek jangka panjang yang akan memengaruhi pola transportasi, ekonomi, hingga tata ruang kota selama puluhan tahun ke depan. Salah perencanaan berarti salah arah, dan biayanya akan jauh lebih besar daripada sekadar biaya kajian.

Ringroad yang mengelilingi kota akan menjadi jalur alternatif bagi kendaraan berat dan kendaraan antarwilayah, sehingga lalu lintas di pusat kota menjadi lebih tertib, aman, dan cepat. Sementara itu, flyover akan menjadi solusi atas persimpangan dan perlintasan yang kerap menimbulkan kemacetan. Dua infrastruktur ini bukan hanya menambah kenyamanan berkendara, tetapi juga mempersingkat waktu tempuh dan memperlancar distribusi barang.

Baca Juga:  Pengepul dan Penyuling Ilegal, Ancaman Tata Kelola Energi Rakyat

Dampaknya tidak berhenti di situ. Sektor usaha akan terbantu karena mobilitas barang menjadi lebih lancar. Wisatawan yang datang pun akan lebih mudah menjangkau destinasi tanpa terjebak kemacetan. Petani, pedagang, hingga pelaku industri kecil akan mendapatkan manfaat dari biaya transportasi yang lebih efisien.

Langkah Pemkab memulai dari kajian yang mendalam adalah sinyal bahwa proyek ini tidak sekadar proyek pencitraan. Studi kelayakan akan menilai aspek teknis, ekonomis, hingga dampak lingkungan, sehingga hasil akhirnya bisa dipertanggungjawabkan. Masyarakat perlu tahu bahwa setiap tiang flyover dan setiap kilometer ringroad nanti adalah hasil perencanaan yang berbasis data, bukan sekadar “katanya” atau “kira-kira”.

Namun, keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada pemerintah. Partisipasi masyarakat sangat penting. Mulai dari memberi masukan saat proses kajian, mengawasi pelaksanaan di lapangan, hingga ikut menjaga fasilitas setelah dibangun. Infrastruktur bukan hanya milik pemerintah, tapi milik kita bersama.

Baca Juga:  Pengadaan Mobil Dinas DPRD Bojonegoro Tamparan Bagi Agenda Efisiensi Nasional

Bojonegoro sedang menata masa depannya. Ringroad dan flyover akan menjadi simbol bahwa kota ini siap bertransformasi menjadi wilayah yang lebih modern, nyaman, dan berdaya saing. Mari kita dukung langkah ini, kawal prosesnya, dan nantikan bersama saat Bojonegoro benar-benar memiliki jalan baru yang menghubungkan bukan hanya wilayah, tapi juga harapan warganya. (Why/Red)