Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Seorang warga dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Hingga Kamis (12/3/2026), tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban yang diketahui bernama Djuwadi (42), warga Dusun Dukoh Lor RT 013 RW 007, Desa Dukoh Lor, Kecamatan Malo.
Peristiwa tersebut bermula pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan keterangan dua saksi mata, Widodo dan Arifin yang merupakan penambang perahu, korban terlihat berangkat mencari ikan di aliran Sungai Bengawan Solo menggunakan perahu kayu.
Namun sekitar pukul 08.00 WIB, korban sudah tidak terlihat lagi di lokasi. Saksi hanya menemukan perahu kayu milik korban beserta alat setrum ikan yang masih dalam kondisi menyala di tengah aliran sungai.
Informasi kejadian tersebut kemudian diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro pada pukul 14.17 WIB. Setelah menerima laporan, personel SAR BPBD langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 15.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan asesmen serta menggelar apel persiapan operasi pencarian. Upaya pencarian kemudian dilakukan menggunakan dua perahu karet dengan metode manuver di sekitar lokasi kejadian.
Memasuki hari kedua pencarian, Kamis (12/3/2026), tim SAR kembali melanjutkan operasi dengan melakukan apel Ops SAR H+2. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran atau susur Sungai Bengawan Solo menggunakan empat unit perahu LCR dengan kekuatan 38 personel SAR gabungan.
Kalaksa BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.
“Kami mengimbau warga untuk selalu berhati-hati ketika beraktivitas di sepanjang Bengawan Solo. Kami juga tidak membenarkan aktivitas menyetrum ikan apabila hal tersebut benar terjadi. Keselamatan harus selalu diutamakan, serta berpamitan kepada keluarga ketika melakukan aktivitas di luar rumah,” imbau Heru Wicaksi. (Rif/Red)








