BEM Fakultas Pertanian Unigoro Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih Di Desa Kekeringan

SuaraBojonegoro.com – Kekeringan yang masih melanda di beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro masih dirasakan Masyarakat, sehingga membuat BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Pertanian Unigoro (Universitas Bojonegoro) menyalurkan sebanyak 20 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih guna keperluan sehari hari, Sabtu (4/11/2023).

Menurut Kepala Divisi pengabdian masyarakat BEM Fakultas pertanian unigoro Sholahudin Al Ayubi mengatakan bahwa hingga saat ini masih ada sekitar 80 desa di kabupaten Bojonegoro yang masih kesulitan air bersih, sehingga membuat seluruh mahasiswa fakultas pertanian Unigoro bergerak untuk donasi droping air bersih.

“Kami mendistribusikan air bersih total ada sekitar 20.000 liter yang kami bagi untuk 3 desa. Kegiatan ini dapat berjalan karena dukungan dari seluruh mahasiswa fakultas pertanian Universitas Bojonegoro, Kegiatan droping air ini terbagi menjadi 2 tahap,” Paparnya pada awak media ini.

Baca Juga:  Kuliah Praktisi Hukum Unigoro, Bahas Penegakan Hukum Pengangkutan

Disampaikan juga bahwa Untuk yang pertama Fakultas Pertanian Unigoro mendistribusikan bantuan air bersih di Desa Bareng dan Desa Alasgung, Kecamatan Sugihwaras, pada Jumat (27/10/23) lalu, dan Masing-masing desa dijatah air bersih sebanyak 6.000 liter. Jadi pada tahap 1 ada sekitar 12.000 liter yang berhasil distribusikan.

“Kami memilih desa ini karena di desa hanya ada 1 mata air yang itupun jauh dari pemukiman dan antri untuk mengambilnya,” Tambahnya.

Untuk tahap ke 2 (kamis, 2/11/2023) mereka mendistribusikan air bersih di desa Sumberharjo, kecamatan Sumberjo, dengan total ada 8.000 liter yang terbagi untuk 2 titik. Untuk yang tahap ke 2 mereka memilih desa ini karena menurut info yang diterima bahwa desa ini sudah kekeringan mulai bulan juni sampai sekarang, dan tidak ada satupun sumur warga yang keluar air nya.

Baca Juga:  Mahasiswa Fakultas Hukum Unigoro Sosialisasi Perlindungan Anak dan Cegah Pernikahan Dini di Kedungadem

Salah satu warga bernama Supiasih menyampaikan terima kasihnya kepad mahasiswa Fakultas Pertanian Unigoro ini karena telah membantu mempermudah warga untuk mendapatkan air bersih guna keperluan sehari hari.

“Terima kasih bantuan air dari adik adik mahasiswa Unigoro, karena air bagi kami sangat penting untuk kebutuhan pokok, seperti memasak mandi mencuci dan sebagainya,” kata Supiasih.

Kadiv Pengabdian Masyarakat BEM Fakultas Pertanian Unigoro berharap agar semua organisasi khususnya mahasiswa di Bojonegoro ikut bergerak memberikan baksos droping air bersih kepada desa kekeringan. Karena tahun ini di perkirakan masih sekitar 1-2 bulan air sumur bisa keluar kembali. (Red/Rum)