Optimalkan Pekarangan Rumah, Mahasiswa KKN-TK Unigoro Latih Ibu-Ibu PKK dan Pelaku IKM Kedungsari Olah Kelor Jadi Produk Bernilai Jual

SuaraBojonegoro.com – Dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi keluarga berbasis potensi lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) Tahun Akademik 2025/2026 menggelar sosialisasi dan pelatihan “Pengembangan Usaha Berbasis Kelor melalui Pemanfaatan Pekarangan Rumah dan Pemasaran Produk Lokal”. Kegiatan ini berlangsung hangat di Balai Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, pada Minggu (26/07/2026).

 

Program ini menyasar ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Desa Kedungsari. Fokus utamanya adalah memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang kosong untuk ditanami tanaman kelor (Moringa oleifera), lalu mengolahnya menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomis tinggi.

 

Dalam kesempatan tersebut, tim mahasiswa KKN-TK Unigoro memaparkan potensi besar tanaman kelor yang selama ini sering kali hanya dimanfaatkan sebagai tanaman pagar atau bahan sayur biasa. Selain memiliki kandungan gizi yang melimpah, kelor dapat diolah menjadi beragam produk turunan yang diminati pasar, seperti teh daun kelor, tepung kelor untuk bahan kue, hingga olahan camilan sehat.

Baca Juga:  Himali Unigoro Gagas Pengendalian Eceng Gondok

 

Tak hanya memberikan materi teknis seputar budidaya dan pengolahan, mahasiswa juga membekali para peserta dengan strategi pemasaran produk lokal. Materi yang diberikan mencakup teknik pengemasan (packaging) yang menarik, penentuan harga jual, hingga pemanfaatan media sosial dan marketplace digital untuk memperluas jangkauan pasar produk IKM desa.

 

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh ibu-ibu PKK dan pelaku IKM Desa Kedungsari sepanjang jalannya kegiatan. Mereka aktif berdiskusi mengenai kendala produksi serta cara mendaftarkan izin usaha mikro agar produk lokal Kedungsari mampu bersaing secara luas.

 

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemanfaatan pekarangan rumah berbasis tanaman kelor dapat menjadi gerakan produktif di Desa Kedungsari, sekaligus membuka peluang usaha baru yang mampu menambah pendapatan dan memperkuat perekonomian keluarga. (Arf)