Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro berhasil menciptakan inovasi teknologi digital yang kini dimanfaatkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kelima mahasiswa tersebut yakni Moch. Rifa’n Fatoni, Yogi Ardiansyah, Nanda Sahita, Niken Sukmawati, dan Elsa Azia Ulkhaq. Mereka menjadi bagian dari pengembangan tiga inovasi digital yang resmi diluncurkan Kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro, Rabu (24/6/2026).
Tiga inovasi tersebut meliputi Loket SAE (Layanan Online Kantor Pertanahan Sistem Administrasi e-Formulir), TARA AI (Tanya Administrasi Ruang dan Pertanahan berbasis Artificial Intelligence), serta aplikasi Berita Acara Pengukuran Tanah Bojonegoro.
Penata Kadastral Ahli Pertama Kantah Bojonegoro, Putri Azizah menjelaskan bahwa ide pengembangan aplikasi tersebut berawal dari kebutuhan masyarakat terhadap layanan pertanahan yang lebih mudah, cepat, dan transparan.
“Mahasiswa UNUGIRI kemudian berperan menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam sistem digital yang lebih sederhana dan mudah digunakan oleh masyarakat maupun petugas,” ungkapnya.
Melalui inovasi Loket SAE, masyarakat dapat memperoleh informasi layanan pertanahan secara online, mulai dari persyaratan dokumen, formulir pendaftaran, hingga informasi tahapan pelayanan.
Sementara TARA AI menghadirkan layanan berbasis kecerdasan buatan yang membantu menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait administrasi pertanahan melalui layanan digital.
Adapun aplikasi Berita Acara Pengukuran Tanah Bojonegoro dikembangkan untuk mendukung petugas internal dalam melakukan dokumentasi kegiatan pengukuran secara lebih tertib dan transparan.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI), M. Jauharul Vikri, M.Kom menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah mampu menghasilkan karya teknologi yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan pemerintahan. Ia berharap kerja sama antara kampus dan instansi pemerintah dapat terus dikembangkan.
“Harapannya aplikasi ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat dalam mendukung pelayanan administrasi yang lebih efektif,” ujarnya. (Why/Red)








