Pondok Ramadhan MAN 5 Bojonegoro, Perkuat Karakter Nasionalis Relegius

SuaraBojonegoro.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Bojonegoro secara resmi membuka kegiatan Pondok Ramadhan sekaligus rangkaian Ujian Keagamaan bagi siswa-siswi kelas XII pada Senin, 9/3/2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Utama MAN 5 Bojonegoro ini menjadi momen penting bagi para siswa tingkat akhir untuk memperdalam spiritualitas sekaligus menuntaskan standar kompetensi keagamaan mereka.

 

Hadir pada kegiatan Pembukaan Pondok Ramadhan: Pengawas Madrasah, Plt Kepala MAN 5 Bojonegoro, Komite Madrasah, tokoh masyarakat, dewan guru staf tata usaha, dan seluruh siswa MAN 5 Bojonegoro yang berjumlah 260 siswa

 

Acara Pondok Ramadhan dan Ujian Keagamaan dibuka langsung oleh Plt Kepala MAN 5 Bojonegoro Drs H. Khoirussalim, M.Pd.I Dalam sambutannya beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan jembatan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual, peserta harus benar serius dalam belajar dan menjaga keistiqomahan religius karena ini nanti yang akan mengawal kesuksesan anak anak semua tambah Khoirussalim.

Baca Juga:  Meriahkan Harlah Madrasah Fathul Umum Sumberrejokidul Gelar FUC 58

 

 

Acara dilanjutkan, dengan pemaparan materi Moderasi Beragama dan Bela Negara dari Pengawas MAN 5 Bojonegoro (Said Edi Wibowo, S.Pd. M.M)

Dengan peserta kelas X dan XI yang fokus pada pendalaman materi keislaman

Dalam penyampaian materi bahwa Fokus utama pembahasaan ini adalah bagaimana nilai-nilai moderasi beragama dapat menjadi benteng bagi generasi muda agar tidak terprovokasi oleh sentimen kebencian yang sering muncul akibat konflik maupun provokasi. Dalam pemaparannya, Pengawas MAN 5 Bojonegoro menyampaikan bahwa moderasi beragama adalah kunci untuk menjaga akal sehat di tengah arus informasi perang yang provokatif.

 

Beliau juga mengingatkan bahwa sebagai pelajar madrasah, harus mampu menyaring berita atau informasi agar tidak terjebak dalam narasi radikalisasi dan intoleransi yang memanfaatkan isu provokatif yang menyesatkan demi kepentingan kelompok tertentu.

Baca Juga:  Transformasi Pembelajaran Digital Oleh Guru PAUD dari Kapur Menuju Layar Sentuh

 

Materi yang disampaikan mencakup lima prinsip pembentuk moderasi beragama, yaitu:Tawasuth, Tawazun, Tasamuh, I’tidal Muswah. Dan Lima Nilai dasar Bela Negara yaitu: Cinta Tanah Air, Sadar Berbangsa dan bernegara, Setia Pada Pancasila, Rela berkorban, Kemampuan awal bela negara.

 

Titik temu dari moderasi beragama dan Bela negara adalah: Komitmen Kebangsaan: Menjaga keharmonisan internal bangsa Indonesia di tengah gejolak dunia.

Toleransi: Menghormati perbedaan pandangan politik dan keyakinan.

 

Anti-Kekerasan: Mengedepankan dialog dalam setiap penyelesaian konflik.

Akomodatif terhadap Budaya: Menggunakan nilai-nilai lokal Indonesia yang santun dalam berpendapat. (Lis/Red)