Kapolres Bertemu Ketua Cabang PSHT & PSHW, Bangun Persaudaraan Untuk Bojonegoro Damai

oleh -143 views

Reporter : Tata Monika

SuaraBojonegoro.com – Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli demi menjaga kedamaian dan juga keamanan serta ketertiban di Wilayah Hukum Polres Bojonegoro terus melakukan berbagai upaya persuasif dan juga pendekatan sengan berbagai pihak, diantaranya dengan organisasi bela diri pencak silat yaitu, PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) dan Persaudaraan PSHW (Setia Hati Winongo Cabang Bojonegoro).

Bertempat di sekretariat PSHT jalan Kolonel Sugiono Kabupaten Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro bertemu dengan pimpinan Cabang PSHT dan PSHW, selain bersilaturahmi, hadir pula Wakapolres Bojonegoro, Kasat Binmas Polres Bojonegoro dan juga Kasat Intel Polres Bojonegoro. Kapolres juga menyampaikan kamtibmas diwilayah kabupaten Bojonegoro yang juga menjadi tanggung jawab semua pihak. Kamis (9/5/19).

Dengan adanya kejadian gesekan antara organisasi pencak silat di wilayah Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, antara PSHW dan PSHT dipastikan tidak akan merambat ke wilayah hukum Bojonegoro, dikarenakan suasana dan kondisi Bojonegoro sangat berbeda, keakraban antar dua Organisasi PSHT dan PSHW di Bojonegoro selalu dan terus membangun persaudaraan.

“Kedua Organisasi ini, antara PSHT dan PSHW di Bojonegoro hubungan keduanya sangat Harmonis, apalagi kedua pimpinanya juga menjadi pimpinan di Bojonegoro Kampung pesilat sehingga bisa mengakomodir dari masing masing perguruan untuk terus menciptakan perdamaian diantara warga pencak silat baik PSHT dan PSHW maupun organisasi yang lain,” Terang Kapolres Bojonegoro.

AKBP Ary Fadli memastikan hubungan baik kedua organisasi PSHT dan PSHW di Bojonegoro ini akan dapat membantu untuj keamanan dan juga kedamaian serta ketertiban di wilayah Bojonegoro. Dengan Persaudaraan yang terus dibangun oleh semua perguruan Pencak Silat di Bojonegoro diharapkan juga menjadi pioner pembangunan dan masa depan Bojonegoro yang lebih baik.

“Dengan adanya kampung pesilat kami yakin dan berharap agar Bojonegoro akan terus kondusif dari gangguan keamanan dan ketertiban,” Tambah Kapolres Bojonegoro.

Kabar di Medsos yang belum diketahui kejelasannya diharapkan juga menjadi perhatian, agar masyarakat tidak langsung menerima mentah mentah terkait adanya isu isu yang dibuat oleh orang orang yang tidak diketahui, dengan menyebarkan informasi yang dapat membuat keresahan dan ketidak nyamanan masyarakat.
Sementara itu Ketua PSHT Cabang Bojonegoro Wahyu Subagdiono mengatakan bahwa kondisi Organisasi Pencak silat di Bojonegoro berbeda dengan dibeberpa daerah lain, karena dengan adanya BKP, bisa menjadikan dan menciptakan kerukunan anggota pencak silat.

“Kita terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak dan juga kepada pimpinan pencak silat di Bojonegoro, apalagi saya dan ketua Cabang PSHW hampir setiap hari berkomunikasi karena saya sebagai ketua IPSI Bojonegoro dan beliau sebagai sekretarisnya pasti tidak lepas komunikasi,” Papar Wahyu Subakdiono.

Dengan seringnya kegiatan dan pertemuan antar Perguruan silat baik melalui jalur BKP dan jalur IPSI maka dapat membangun kerukunan antar warga dan anggota pencak silat di Bojonegoro.

Ketua Cabang PSHW Bojonegoro, Sasmito juga menyatakan hal yang sama dengan adanya BKP kondisi pencak silat di Bojonegoro sangat berbeda dengan daerah lain, adanya BKP sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat Bojonegoro.

“Jika memang ada riuh kecil dilapangan oleh oknum oknum berharap bisa diselesaikan ditingkat BKP dan organisasi masing masing, kecuali pelanggaran hukum berat,” Terangnya.

Sasmito juga berharap dengan adanya beberapa konflik di luar Bojonegoro tidak akan berdampak di Bojonegoro, apalagi postingan postingan yang ada di media sosial jangan sampai menjadi ajuan dan langsung mempercayainya, karena informasi apapun yang masuk harus di cerna terlebih dahulu dan jangan sampai menjadi provokasi dimasyarakat.

“Bahayanya medsos sangat kuat karena berawal dari Postingan yang tidak sepenuhnya dan hanya setengah setengah dan tidak mengetahui kebenarannya bisa menjadi masalah jika diteruskan dan akhirnya menjadi dampak buruk,” tambah sasmito.

Dirinya berharap dan mengajak semua untuk bijak menanggapi segala bentuk postingan di medsos apalagi yang berhubungan dengan provokasi dan konflik sehingga bisa menjadikan Bojonegoro lebih kondusif. (Nik/Red)