UMKM Terpukul Kenaikan Harga Plastik, Disdagkop Usaha Mikro Sarankan Penyesuaian Harga dan Volume Jualan

Reporter : Moch Arifianto

SuaraBojonegoro.com – Kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini memberikan dampak signifikan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk di Kabupaten Bojonegoro.

 

Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawati, menyampaikan bahwa terkait kenaikan harga plastik, hal tersebut bukan menjadi kewenangan pihaknya. Menurutnya, kebijakan tersebut berada di ranah pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM.

 

“Kalau yang perdagangan kami itu lebih mengarah ke bahan pokok dan penting, koperasi, kemudian UMKM,” ujar Yuri Nur Rahmawati. Selasa (7/04/2026)

 

Meski demikian, Yuri Nur Rahmawati mengakui bahwa lonjakan harga plastik sangat berdampak bagi pelaku UMKM, terutama yang bergantung pada kemasan plastik dalam operasional usahanya. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau para pelaku usaha untuk lebih adaptif dalam menyikapi kondisi tersebut.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN-T Unigoro Berikan Bantuan Peralatan Produksi Untuk UMKM Kaffa Berkah

 

Ia mencontohkan, pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian baik dari sisi harga maupun volume produk.

 

“Misalnya penjual es teh yang biasanya Rp5.000, kalau tidak ingin naik menjadi Rp6.000, bisa disiasati dengan mengurangi volume, misalnya dari 1 liter menjadi 900 mililiter atau penyesuaian lainnya,” jelasnya.

 

Menurutnya, langkah adaptasi tersebut menjadi penting karena kenaikan harga plastik tidak bisa dihindari, terlebih dipengaruhi oleh kondisi global seperti dampak perang yang turut memicu kenaikan harga bahan baku.

 

Dengan kondisi tersebut, pelaku UMKM diharapkan tetap bisa bertahan dengan melakukan inovasi dan penyesuaian, sehingga usaha mereka tetap berjalan di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat. (Rif/Red)