Reporter : Lina Nur Hidayah
SuaraBojonegoro.com – Dialog interaktif “Sapa Bupati” yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pada Kamis (17/04/2025) lalu, topik masalah ketenagakerjaan menjadi sorotan pada sesi pertama tanya jawab dalam dialog tersebut. Direktur Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sakila Bojonegoro, Mokh. Luqman sampaikan keluhan publik terkait sulitnya ketenagakerjaan di Bojonegoro, banyak diantara para lulusan SLTA yang berusia produktif masih banyak yang menganggur. Jum’at (18/04/2025).
“Ketenagakerjaan masih menjadi masalah krusial disetiap daerah, termasuk juga di kabupaten Bojonegoro, masih banyak anak muda yang masih menganggur, “Kata Mokh. Luqman Direktur LPK Sakila saat hadir di pendopo Malowopati dalam acara perdana SAPA BUPATI.
Lanjut Luqman, Di Bojonegoro terdapat SLTA sebanyak 86 sekolah dan SMK sebanyak 32 Sekolah, yang setiap tahun meluluskan tidak kurang dari 1500 siswa yang belum jelas kemana mereka menentukan masa depannya. Meski semuanya tidak serta menganggur namun yang melanjutkan sekolah kejenjang lebih tinggi prosentasenya kecil.
“Karena masih banyak pengangguran, Saran saya untuk Dinas Ketenagakerjaan Bojonegoro untuk melakukan langkah langkah inovasi agar persoalan terpecahkan. Kalau selama ini masyarakat Bojonegoro selalu bergantung tenaga kerja di sektor industri perminyakan nampaknya hal ini sudah tidak menjadi prioritas karena memang proyek di lapangan minyak sudah mulai berkurang, “Tandasnya dalam sesi tanya jawab.
Saat ditanya apa solusi yang bisa dilaksanakan terkait problem di atas? Dengan rinci Pria warga Kecamatan Gayam ini menjawab :
“Saat ini di negara Jepang banyak peluang kerja dibutuhkan, Jepang telah lama menjalin kerjasama dengan pemerintah Indonesia melalui program IM JAPAN (Internasional Manpower Japan). Dimana program ini diberikan kepada anak muda Indonesia yang berusia maksimal 28 tahun untuk berkerja dengan status magang,sehingga butuh sentuhan dari Disnaker untuk merespon kerjasama tersebut,”.Jelasnya.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Luqman, Magang terdapat dua durasi 3 tahun dan 5 tahun sebelumnya didahului dengan seleknas (seleksi nasional) bagi peserta dengan mengikuti materi tes bahasa (hiragama, katakana, kosakata), kesehatan, ketahanan fisik dan matematika dasar.
Dalam inti Sarannya, Terkait IM Japan ini Disnaker Bojonegoro harus merespon dan memberikan fasilitas bagi warga Bojonegoro yang berminat dengan mempersiapkan fasilitas yang mudah diakses seperti akses informasi tentang Negara tujuan dan tersedia lembaga bahasa asing dan fasilitas lainnya. (Lin/red)








