Sinergi Baru, Seluruh KBIHU Se-Bojonegoro Resmi Bersatu dalam Satu Wadah Forum Komunikasi

SuaraBojonegoro.com – Sebuah momentum bersejarah bagi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Kabupaten Bojonegoro tercipta hari ini. Seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se-Kabupaten Bojonegoro resmi menyatukan langkah dan persepsi. Hal ini ditandai dengan pengukuhan pengurus Forum Komunikasi (FK) KBIHU Kabupaten Bojonegoro oleh DPW PFK KBIHU Jawa Timur di Hotel Dewarna, Jalan Veteran, Bojonegoro, Kamis (17/7).

Agenda sakral ini dihadiri langsung oleh Ketua dan Sekretaris FK KBIHU Jawa Timur, Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, Ketua IPHI Kabupaten Bojonegoro, serta seluruh ketua KBIHU se-Bojonegoro.

Bukan Sekadar Seremonial: 3 Makna Penting Pengukuhan

Dalam arahannya, Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono menegaskan bahwa pengukuhan ini memiliki nilai strategis yang mendalam bagi umat, bukan sekadar agenda seremonial belaka. Bupati memaparkan tiga makna penting di balik terbentuknya forum ini:

1. Makna Kelembagaan dan Organisasi

Satu Suara, Satu Arah: Menjadi sarana silaturahmi untuk menyatukan seluruh KBIHU di Bojonegoro yang selama ini cenderung berjalan sendiri-sendiri.

Mitra Resmi Pemerintah: FK KBIHU kini menjadi wadah resmi untuk berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Pemkab Bojonegoro, dan PPIH demi pengawalan jemaah yang lebih solid.

Standardisasi Kualitas: Forum ini bertanggung jawab menyamakan materi, metode, dan etika pembimbingan agar kualitas edukasi di seluruh KBIHU seimbang.

2. Makna Keagamaan

Kawal Kemabruran Jemaah: Memastikan pendampingan jemaah dari masa manasik hingga kembali ke tanah air berjalan tanpa kendala fatwa dan tata cara.

Dakwah yang Selaras: Menjaga agar pembimbingan tetap tegak lurus sesuai Al-Qur’an, Sunnah, dan fatwa resmi, sekaligus membentengi dari praktik yang tidak sesuai syariat.

Mewujudkan Jemaah Mandiri: Mengedukasi jemaah agar tidak sekadar “berangkat dan pulang”, melainkan benar-benar memahami rukun, wajib, serta hikmah haji.

3. Makna Sosial Kemasyarakatan

Pusat Informasi Transparan: Menjadi rujukan masyarakat terkait informasi haji dan umrah, mulai dari transparansi biaya hingga jadwal keberangkatan.

Pemberdayaan Pasca-Haji: Mendorong KBIHU untuk menginisiasi pelatihan atau koperasi demi perputaran ekonomi jemaah.

Hadirnya Negara: Pengukuhan ini menjadi bukti konkret dukungan Pemkab Bojonegoro dan Kemenag dalam menciptakan penyelenggaraan haji yang tertib dan berkualitas.

“Forum Komunikasi KBIHU adalah rumah besar bagi para pembimbing haji di Bojonegoro. Tujuannya satu: Mewujudkan Jemaah Haji Bojonegoro yang Mandiri, Mabrur, dan Sehat,” tegas H. Setyo Wahono.

Era Baru Pendampingan Haji Bojonegoro

Dengan diresmikannya forum ini, dinamika pelaksanaan haji di Bojonegoro diharapkan memasuki babak baru. Tidak ada lagi KBIHU yang berjalan tanpa koordinasi. Sebaliknya, pembinaan jemaah akan jauh lebih terstruktur, terjadwal, dan profesional, yang pada akhirnya akan menjaga nama baik Kabupaten Bojonegoro di tanah suci.

Di akhir acara, Drs. H. Sholikin Jamik selaku Ketua Panitia Pengukuhan, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan dukungan seluruh tamu undangan. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan selama jalannya acara penataan wadah baru ini. (Red)