SuaraBojonegoro.com – Upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya dilakukan melalui penyaluran bantuan sosial, tetapi juga dengan mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal. Semangat itulah yang tampak dalam kegiatan sosialisasi pengentasan kemiskinan yang digelar Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Balai Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan menghadirkan narasumber PKH Kabupaten Bojonegoro, Sulistyowati, yang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga dan pemanfaatan peluang usaha sebagai langkah menuju kemandirian ekonomi.
Dalam pemaparannya, Sulistyowati menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan rumah tangga dan keberanian mengembangkan usaha dari potensi yang ada di sekitar menjadi kunci meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi mampu menciptakan sumber pendapatan baru,” jelasnya.
Sosialisasi tersebut diikuti pemerintah desa, masyarakat, serta Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) Kelompok 09 Universitas Bojonegoro (Unigoro). Kehadiran mahasiswa menjadi nilai tambah karena materi yang disampaikan selaras dengan program kerja mereka, yakni pemanfaatan limbah janggel jagung menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai jual.
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa mengajak masyarakat mengubah limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Selain membantu mengurangi limbah, briket janggel jagung juga berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi warga Desa Clebung.
Perwakilan KKNTK 09 Unigoro menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PKH dengan inovasi yang dikembangkan mahasiswa.
“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan program kerja kami. Inovasi briket janggel jagung diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemanfaatan limbah pertanian, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Clebung,” ujarnya.
Kolaborasi antara PKH Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Desa Clebung, dan KKNTK 09 Unigoro diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi berbasis potensi lokal. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pengentasan kemiskinan, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi. (Red)








