SuaraBojonegoro.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan, integritas, dan kerja sama tim, jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro mengikuti kegiatan retreat khusus di Lembaga Pendidikan Militer Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini mengusung tema penguatan wawasan kebangsaan dan sinkronisasi tata kelola pemerintahan yang bersih.
Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar Mengatakan bahwa kegiatan ini
Berbeda dengan rapat koordinasi biasanya, para pimpinan legislatif ini harus mengikuti rutinitas ala taruna. Dimulai dari bangun pagi buta, senam kesegaran jasmani, hingga baris-berbaris. Hal ini ditujukan untuk memupuk kedisiplinan waktu dan ketahanan mental dalam menghadapi dinamika politik di daerah.
“Kami ingin membawa semangat kedisiplinan militer ini ke dalam gedung rakyat. Integritas dan loyalitas terhadap bangsa harus menjadi fondasi utama sebelum kami mengambil kebijakan untuk masyarakat Bojonegoro,” ujar Abdullah Umar, Rabu (15/4/2026) saat dihubungi awak media SuaraBojonegoro.com.
Selain latihan fisik ringan, para peserta juga menerima pembekalan materi dari para instruktur militer dan akademisi, meliputi Wawasan Kebangsaan: Menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam pengambilan keputusan publik.
Selain itu juga ada pendidikan Kepemimpinan Strategis meliputi Teknik koordinasi antar-lembaga yang efektif dan efisien. Kemudian juga pembelaharan Anti-Korupsi yaitu Penguatan moralitas untuk menjaga marwah lembaga legislatif.
Harapan Pasca-Kegiatan
Sekretaris DPRD Bojonegoro menjelaskan bahwa pemilihan Magelang sebagai lokasi retreat bukan tanpa alasan. Atmosfer Akmil yang sarat akan nilai perjuangan diharapkan mampu memberikan “penyegaran” semangat bagi para ketua dan wakil ketua DPRD.
“Output yang diharapkan adalah terbentuknya sinergi yang lebih solid di jajaran pimpinan. Setelah pulang dari Magelang, harapannya ada peningkatan performa dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran demi kemajuan Bojonegoro,” pungkas Abdullah Umar. (Red*)








