Pemkab Bojonegoro Siapkan Layanan Cuci Darah Gratis Mulai Januari 2027, 146 Pasien Tak Perlu Keluar Daerah

SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu program unggulan yang segera direalisasikan adalah layanan cuci darah (hemodialisa) gratis di lima rumah sakit milik pemerintah daerah mulai Januari 2027.

 

Program tersebut disiapkan melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) dan ditujukan untuk mempermudah akses pelayanan bagi 146 pasien cuci darah rutin di Bojonegoro, sehingga mereka tidak perlu lagi menjalani pengobatan ke luar daerah.

 

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat menghadiri Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro, Selasa (3/11/2026), di ruang pertemuan Kantor DWP Bojonegoro.

 

Lima rumah sakit yang akan menyediakan layanan tersebut yakni RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Temayang, RSUD Sumberrejo, RSUD Padangan, dan RSUD Kepohbaru.

 

Nurul Azizah menjelaskan, pengembangan layanan hemodialisa gratis merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bojonegoro dalam memperluas akses kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

Selain layanan cuci darah, Pemkab Bojonegoro juga terus meningkatkan fasilitas kesehatan modern. Salah satunya pengembangan layanan jantung di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo.

 

“RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo kini dilengkapi fasilitas layanan jantung terbaik nomor dua di Jawa Timur dan meraih penghargaan Penanganan Jantung Terbaik Nomor 3 Tingkat Nasional,” ujarnya.

Baca Juga:  Dipelantikan Ratusan Pejabat Pemkab Bojonegoro, Bupati Tegaskan Akan Terus Lakukan Evaluasi Kinerja

 

Pemkab Bojonegoro juga menghadirkan layanan penanganan stroke melalui terapi pembuluh darah atau Digital Subtraction Angiography (DSA) dengan tarif berkisar Rp1,5 juta hingga Rp6 juta. Biaya tersebut jauh lebih terjangkau dibandingkan rumah sakit di luar daerah yang dapat mencapai Rp50 juta hingga Rp70 juta.

 

Peningkatan pelayanan kesehatan tersebut, menurut Nurul Azizah, turut berkontribusi terhadap kenaikan Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Bojonegoro. Dari sebelumnya 73 tahun pada 2023, kini meningkat menjadi 75 tahun 2 bulan.

 

Sementara itu, kegiatan pertemuan rutin DWP kali ini sekaligus menjadi pembukaan program DWP Sehat dalam rangka memperingati HUT ke-27 Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan ditandai dengan pelaksanaan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim atau kanker serviks.

 

Ketua TP PKK Bojonegoro, Cantika Wahono, mengapresiasi sinergi DWP Kabupaten Bojonegoro, DWP Pusat, Bio Farma, serta tenaga kesehatan dalam menyelenggarakan program kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi perempuan.

 

Menurutnya, vaksinasi HPV bukan sekadar kegiatan pelayanan kesehatan, melainkan bentuk kepedulian, edukasi, dan investasi jangka panjang untuk melindungi kesehatan perempuan.

Baca Juga:  Waduh ...! Tinggal 10 Hari Kerja, Anggaran Belanja Pemkab Bojonegoro Baru Terserap Rp 4.6 Triliun Dari Rp 8 Triliun

 

“Perempuan memiliki peran sentral sebagai madrasatul ula atau pendidik pertama anak, penguat benteng keluarga, sekaligus mitra strategis dalam pembangunan,” ungkap Cantika.

 

Ia juga mengajak perempuan di Bojonegoro untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan kanker serviks melalui skrining dan vaksinasi HPV sejak dini.

 

Cantika mendorong lebih dari 200 peserta DWP yang hadir agar menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing, sehingga semakin banyak perempuan yang memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan dan tidak menundanya.

 

“Kami mendorong lebih dari 200 peserta DWP yang hadir untuk menjadi juru bicara edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing agar tidak ada lagi perempuan yang ragu atau menunda pemeriksaan,” ujarnya.

 

Selain itu, ia berharap DWP dapat terus menjadi organisasi yang peka terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong perempuan untuk memperhatikan kesehatan mental dan menerapkan pola perawatan diri atau self-care.

 

Melalui program DWP Sehat, diharapkan kesadaran perempuan terhadap kesehatan semakin meningkat, sejalan dengan upaya Pemkab Bojonegoro memperkuat layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. (Red)