Geopark Bojonegoro Lolos Sidang Dewan UNESCO, Sertifikat Global Geopark Ditargetkan Terbit 2027

SuaraBojonegoro.com – Geopark Bojonegoro dinyatakan diterima (accepted) sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) dalam sidang Dewan UNESCO Global Geopark ke-11 yang berlangsung di Paris, Prancis, Senin (2/11/2026). Keputusan tersebut disetujui secara bulat oleh seluruh anggota dewan.

 

Meski demikian, hasil sidang tersebut belum menjadi penetapan akhir yang dapat digunakan untuk mengklaim Geopark Bojonegoro secara resmi telah menyandang status UNESCO Global Geopark. Pasalnya, masih terdapat tahapan administrasi berupa penerbitan sertifikat yang direncanakan pada 2027.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro, Arif Afandy, S.Kom., M.S., menjelaskan bahwa hasil sidang Dewan UNESCO tersebut merupakan kabar positif bagi upaya Bojonegoro memperoleh pengakuan internasional melalui program UNESCO Global Geopark.

 

“Geopark Bojonegoro telah diterima (accepted) menjadi UNESCO Global Geopark berdasarkan hasil sidang Dewan UGG ke-11 di Paris. Keputusan tersebut disetujui secara bulat oleh seluruh anggota dewan,” jelas Arif.

Baca Juga:  Bojonegoro Punya 21 Butir Mutiara yang Disebut Geopark

 

Pemkab Bojonegoro mengikuti jalannya sidang secara daring dari Ruang Batik Madrim, Gedung Pemkab Bojonegoro. Dalam sidang tersebut, Dewan UNESCO juga memberikan sejumlah penilaian positif terhadap Geopark Bojonegoro.

 

Beberapa kekuatan utama yang menjadi perhatian dewan di antaranya nilai geologi bertaraf internasional, khususnya struktur tektonik dan sejarah petroleum. Selain itu, Geopark Bojonegoro dinilai memiliki visibilitas yang baik serta hubungan antara pemerintah dan komunitas yang berjalan positif.

 

Arif menambahkan, Geopark Bojonegoro juga memperoleh kartu hijau (green card). Penilaian tersebut menunjukkan hasil yang baik dengan jadwal revalidasi atau evaluasi ulang berikutnya dalam empat tahun ke depan.

 

Kendati demikian, Pemkab Bojonegoro meminta seluruh pihak untuk menyikapi hasil sidang tersebut secara proporsional. Status diterima dalam sidang Dewan UNESCO merupakan tahapan penting, tetapi pengakuan resmi melalui sertifikat masih harus ditunggu.

Baca Juga:  Populerkan Wisata Banyu Kuning Sebagai Hulu Geopark Bojonegoro

 

Dengan demikian, penerbitan sertifikat yang direncanakan pada 2027 menjadi tahapan berikutnya yang perlu dikawal bersama.

 

Pemkab Bojonegoro berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat pengelolaan Geopark, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, serta menjaga kelestarian warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati yang menjadi kekayaan daerah.

 

Keberhasilan tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan memperluas pengenalan potensi Bojonegoro di tingkat internasional. (Sas/Red)