SuaraBojonegoro.com – Bangunan teras SDN Woro, Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, ambruk pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat kondisi bangunan yang sudah tua serta rangka kayu penyangga yang lapuk.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, ambruknya bangunan teras berukuran sekitar 6 x 8 meter itu mengakibatkan genteng atap berjatuhan dan menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kapolsek Kepohbaru, IPTU Supriyanto, membenarkan peristiwa tersebut. Setelah menerima laporan, pihaknya bersama anggota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, bangunan teras sekolah tersebut sudah lama berdiri. Rangka bangunannya terbuat dari kayu yang kondisinya sudah lapuk sehingga diduga menjadi penyebab ambruknya bangunan,” jelas IPTU Supriyanto.
Peristiwa itu terjadi di lingkungan SDN Woro, tepatnya di Desa Woro RT 04 RW 01, Dusun Ngujo, Kecamatan Kepohbaru. Bangunan teras yang roboh memiliki ukuran sekitar 6 x 8 meter dengan konstruksi atap menggunakan genteng.
Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas kepolisian juga meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya Kepala Desa Woro Ahmad Awaludin dan Kepala SDN Woro Subakir.
Selain melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), petugas juga melakukan dokumentasi, membuat sketsa lokasi kejadian, serta melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.
Sejumlah unsur turut mendatangi lokasi, di antaranya Kapolsek Kepohbaru IPTU Supriyanto beserta anggota, Bhabinkamtibmas Desa Woro, Babinsa, Satpol PP Kecamatan Kepohbaru, serta Kepala Desa Woro bersama perangkat desa.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp25 juta. Sementara itu, tidak terdapat korban jiwa maupun laporan adanya korban luka dalam peristiwa ambruknya teras sekolah tersebut. (Red)








