Pemkab Bojonegoro Rencanakan Hafalan Juz Amma Jadi Syarat Kelulusan SD

SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro merencanakan regulasi yang mewajibkan siswa Sekolah Dasar (SD) memiliki hafalan Juz Amma sebagai salah satu syarat kelulusan. Kebijakan ini disiapkan untuk memperkuat pendidikan karakter dan membangun generasi Qurani sejak usia dini.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Bojonegoro 2026 di Pendopo Malowopati, Kamis (15/10/2026).

Bupati Setyo Wahono menegaskan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan spiritual dan pembentukan akhlak.

“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata, tetapi juga pada pembinaan rohani, penguatan rohani, dan pembentukan karakter akhlakul karimah. Sebab, adab dan akhlak adalah yang utama mendampingi penguasaan ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Menurutnya, rencana kebijakan tersebut bertujuan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak anak-anak, sekaligus mendorong mereka memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Di tengah tantangan era digital, ia menilai peran orang tua, kiai, ustaz, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), serta pemerintah sangat penting dalam membentuk karakter dan membentengi generasi muda.

Baca Juga:  Persyaratan Ijin Pasar Ngampel Terpenuhi, Hingga Kini Pemkab Bojonegoro Belum Beri Jawaban

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LPTQ Bojonegoro Nurul Azizah melaporkan, seleksi MTQ tingkat kabupaten tahun ini dilaksanakan secara berjenjang melalui tiga zona wilayah dengan total 889 peserta.

Rinciannya, Zona Timur yang berpusat di Kampus IAI Attanwir Sumberrejo diikuti 273 peserta, Zona Tengah di Pondok Pesantren Abu Darrin sebanyak 321 peserta, dan Zona Barat di Pondok Pesantren Al-Bahroin, Pengkok, Padangan, sebanyak 289 peserta.

Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 270 finalis yang terdiri atas juara pertama, juara kedua, dan peserta berprestasi melaju ke tingkat kabupaten. Mereka selanjutnya mendapatkan pembinaan intensif untuk dipersiapkan menghadapi MTQ Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Nurul Azizah menyebut, seleksi berjenjang tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Bojonegoro di bidang tilawatil Qur’an, termasuk mengulang prestasi sebagai daerah yang pernah melahirkan qari terbaik Asia pada 1996.

Selain pembinaan peserta MTQ, LPTQ bersama Pemkab Bojonegoro juga merencanakan ujian munaqosyah atau sertifikasi bagi lebih dari 900 penghafal Al-Qur’an di Bojonegoro.

“Sertifikat ini nantinya dapat dijadikan jalur prestasi bagi santri dan pelajar untuk masuk ke jenjang pendidikan sekolah hingga perguruan tinggi tanpa tes,” jelasnya.

Baca Juga:  FGD Desa Grebek Kota, Pemikiran Dari Masyarakat Desa Untuk Pembangunan

Peserta Siap Bersaing di Tingkat Kabupaten

Antusiasme peserta turut terlihat dari tim MTs SA Darul Istiqomah Woro, Kecamatan Kepohbaru, yang terdiri atas Alvina Suprayitno Putri, Syifa Naura Salsabila, dan Zakkiya Maulidia Az-Zahra.

Tim tersebut sebelumnya meraih Juara I cabang Syahril Qur’an pada seleksi Zona Timur. Prestasi itu mengantarkan mereka tampil di tingkat kabupaten untuk bersaing dengan para pemenang dari Zona Barat dan Zona Tengah.

Salsabila, mewakili timnya, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan melanjutkan perjuangan di tingkat kabupaten. Mereka bertekad memberikan penampilan terbaik demi membawa nama Bojonegoro ke ajang MTQ tingkat provinsi.

“Alhamdulillah, perjalanan perjuangan kami masih berlanjut. Rasa syukur dan gembira tentu memenuhi hati kami. Namun, perjuangan belum selesai. Hari ini kami siap memberikan performa terbaik demi membawa nama Kabupaten Bojonegoro ke MTQ Tingkat Provinsi Jawa Timur,” tuturnya.

Melalui MTQ dan rencana penguatan pendidikan Al-Qur’an di sekolah, Pemkab Bojonegoro berharap pembinaan generasi Qurani dapat berjalan berkesinambungan, sekaligus melahirkan generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan memiliki landasan spiritual yang kuat. (Red)