Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Proyek pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, yang bersumber dari anggaran Pokok Pikiran (Pokir) tahun 2023, kini menuai sorotan. Pasalnya, hingga pertengahan 2025, bangunan tersebut tak kunjung selesai dan diduga mangkrak. Kamis (21/08/2025).
Kepala Desa Bogo, Mursid, SE, membenarkan bahwa pembangunan PAUD tersebut menggunakan dana Pokir 2023. Namun ia tidak menjelaskan asal usul maupun siapa pengusul Pokir tersebut.
“Pembangunan PAUD ini berasal dari Pokir 2023, anggarannya hanya 100 juta, ya hanya itu,” ujarnya singkat.
Pantauan lapangan menunjukkan bangunan hanya berdiri setengah jadi, dinding bata ringan dan atap sudah terpasang, namun tanpa plester, lantai, maupun fasilitas penunjang. Material bangunan juga masih berserakan, sementara aktivitas pembangunan sama sekali tidak terlihat.
Ironisnya, di lokasi proyek tidak ditemukan papan informasi proyek (PIP) yang semestinya wajib dipasang. Ketiadaan PIP menambah panjang daftar pertanyaan publik terkait transparansi, sebab masyarakat berhak tahu detail pelaksana, besaran anggaran, serta jangka waktu pengerjaan.
Lebih janggal lagi, berdasarkan data realisasi Dana Desa (DD) tahun 2024, Pemerintah Desa Bogo justru mengeluarkan anggaran senilai Rp200 juta untuk pembangunan Taman Kanak-Kanak (TK) yang lokasinya berdekatan dengan gedung PAUD mangkrak tersebut.
Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar, proyek PAUD dari dana Pokir 2023 diduga terbengkalai, sementara desa justru mengalokasikan anggaran DD dalam jumlah lebih besar untuk pembangunan TK di tahun 2024. Minimnya penjelasan dari pihak desa, tidak adanya papan informasi proyek, serta kontradiksi penggunaan anggaran tersebut semakin memperkuat dugaan lemahnya akuntabilitas dalam pembangunan. Padahal, baik dana Pokir maupun Dana Desa sama-sama bersumber dari uang rakyat yang wajib dikelola secara transparan dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak terkait mengenai penyebab keterlambatan, progres pembangunan, maupun target penyelesaian. Gedung PAUD Desa Bogo pun dibiarkan mangkrak, sementara pembangunan TK dengan anggaran lebih besar justru berjalan. (Why/Sas)








