SuaraBojonegoro.com – Semangat melestarikan budaya lokal tampak dalam tradisi Sedekah Bumi Gunungan yang digelar masyarakat Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Senin (3/8/2026). Tradisi tahunan yang sarat nilai kebersamaan dan rasa syukur ini semakin semarak dengan keikutsertaan mahasiswa KKN-TK 03 Universitas Bojonegoro (UNIGORO) yang turut berbaur bersama masyarakat.
Sedekah Bumi merupakan warisan budaya yang telah dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil panen, serta keselamatan yang diberikan kepada masyarakat. Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan ini menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong, persatuan, dan kepedulian masyarakat dalam menjaga kearifan lokal.
Rangkaian acara diawali dengan pawai gunungan yang menjadi daya tarik utama. Gunungan yang dihiasi beragam hasil pertanian dan perkebunan warga diarak mengelilingi desa dengan penuh semangat. Mahasiswa KKN-TK 03 UNIGORO turut ambil bagian dalam arak-arakan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.
Antusiasme warga terlihat begitu tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Masyarakat dari berbagai usia memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan iring-iringan gunungan yang menjadi simbol kemakmuran dan harapan akan keberkahan. Kehadiran mahasiswa KKN yang berjalan berdampingan dengan warga semakin menambah hangat suasana kebersamaan.
Tidak hanya pawai gunungan, kemeriahan Sedekah Bumi juga diwarnai dengan pertunjukan seni tayub yang masih lestari di Desa Pejok. Kesenian tradisional tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus menjadi media pelestarian budaya agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.
Bagi mahasiswa KKN-TK 03 UNIGORO, keterlibatan dalam tradisi ini menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta kehidupan sosial masyarakat Desa Pejok. Interaksi langsung dengan warga juga memperkuat jalinan silaturahmi yang telah terbangun selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata.
Melalui partisipasi dalam Sedekah Bumi Gunungan, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam mendukung pelestarian budaya lokal. Diharapkan tradisi yang kaya akan nilai kebersamaan, rasa syukur, dan gotong royong ini terus lestari serta menjadi warisan budaya yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (Red)








