SuaraBojonegoro.com – Setelah melaksanakan kegiatan pengabdian selama satu bulan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro Kelompok 13 resmi mengakhiri rangkaian kegiatan di Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan penutupan sekaligus penyerahan kenang-kenangan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Bobol. Kegiatan KKN-TK Kelompok 13 sebelumnya resmi dibuka pada Selasa, 14 Juli 2026. Selama menjalankan pengabdian di Desa Bobol, mahasiswa melaksanakan sejumlah program kerja yang telah disusun serta turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat. Seluruh rangkaian program tersebut dapat terlaksana dengan dukungan Pemerintah Desa Bobol dan masyarakat setempat.
Acara penutupan dihadiri oleh aparat Pemerintah Desa Bobol, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Dr. Widyo Nugroho, S.T., M.T., serta seluruh mahasiswa KKN-TK Kelompok 13. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan susunan acara, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Memasuki acara inti, Ketua Kelompok 13 menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bobol yang telah menerima mahasiswa dengan baik selama pelaksanaan KKN. Ia menyampaikan bahwa selama berada di Desa Bobol, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung dari kehidupan masyarakat serta memahami berbagai kondisi yang ada di lingkungan desa.
Ketua kelompok M. Alfiansyah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Desa Bobol terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa. Dukungan tersebut membuat berbagai kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan hingga selesai. “Terima kasih kepada seluruh aparat Desa Bobol yang sudah menerima kami dengan baik. Kami juga berterima kasih karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar banyak hal selama berada di Desa Bobol. Program kerja yang kami jalankan juga mendapat dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat kami selesaikan,” ujar Ketua Kelompok 13. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berusaha terlibat dalam kehidupan masyarakat. Melalui interaksi dan keterlibatan bersama warga, mahasiswa mendapatkan pengalaman untuk memahami berbagai permasalahan yang ada di Desa Bobol serta belajar mengambil bagian dalam upaya penanganannya.
Selanjutnya, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Kelompok 13, Dr. Widyo Nugroho, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Bobol beserta seluruh aparat desa yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa Universitas Bojonegoro untuk belajar dan melaksanakan pengabdian di Desa Bobol. Dalam sambutannya, DPL menyampaikan bahwa keberadaan mahasiswa selama KKN diharapkan tidak hanya memberikan manfaat melalui program kerja, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa. Selama berada di tengah masyarakat, mahasiswa dapat belajar mengenali persoalan secara langsung dan memahami bagaimana menyelesaikannya dengan melibatkan masyarakat.Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa. Kegiatan KKN memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar bekerja sama, berkomunikasi dengan masyarakat, serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang ditemui di lapangan.
DPL juga berharap kegiatan KKN-TK Kelompok 13 dapat mempererat hubungan antara Universitas Bojonegoro dengan Pemerintah Desa Bobol. Hubungan baik secara eksternal tersebut diharapkan dapat terus terjaga meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir. Sementara dari sisi internal, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman yang benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan. Pembelajaran selama KKN, terutama dalam menghadapi persoalan dan mencari penyelesaian bersama masyarakat, menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk berkembang ke depannya.
Setelah sambutan DPL, Kepala Desa Bobol, Bapak Saimo, turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKN-TK Universitas Bojonegoro yang telah melaksanakan pengabdian di Desa Bobol. Ia mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang telah turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan selama berada di desa. Dalam kesempatan tersebut, Saimo juga menyampaikan harapan agar pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama melaksanakan KKN dapat menjadi bekal untuk perjalanan mereka selanjutnya. Ia mendoakan agar seluruh mahasiswa dapat mencapai cita-cita yang diinginkan. “Terima kasih kepada mahasiswa KKN Unigoro yang sudah melaksanakan kegiatan di Desa Bobol. Semoga apa yang sudah dilakukan selama berada di sini dapat memberikan manfaat dan semoga cita-cita semuanya dapat tercapai,” ujar Saimo.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas telah terlaksananya seluruh rangkaian KKN-TK Kelompok 13 di Desa Bobol. Momen tersebut juga menjadi bagian dari kebersamaan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan Dosen Pendamping Lapangan sebelum kegiatan resmi berakhir. Setelah pemotongan tumpeng, mahasiswa KKN-TK Kelompok 13 menyerahkan kenang-kenangan kepada Pemerintah Desa Bobol. Penyerahan tersebut menjadi simbol apresiasi dan ucapan terima kasih mahasiswa kepada pemerintah desa serta masyarakat yang telah menerima, mendukung, dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan kegiatan pengabdian.
Dengan adanya penyerahan kenang-kenangan tersebut, mahasiswa berharap hubungan baik yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN dapat terus terjaga. Meskipun masa pengabdian telah selesai, pengalaman dan kebersamaan yang terbentuk selama berada di Desa Bobol diharapkan tetap menjadi kenangan bagi mahasiswa maupun masyarakat. Acara kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan foto bersama antara mahasiswa KKN-TK Kelompok 13, Dosen Pendamping Lapangan, dan aparat Pemerintah Desa Bobol. Foto bersama menjadi penanda akhir dari rangkaian kegiatan KKN-TK Kelompok 13 yang telah berlangsung sejak 14 Juli hingga 14 Agustus 2026.
Berakhirnya kegiatan KKN-TK di Desa Bobol bukan hanya menjadi akhir dari masa pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pembelajaran yang telah memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat, menjalankan program, bekerja sama, serta belajar memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan. (Lis/Red)








