Reporter : Sasmito
SuaraBojonegoro.com – Sungguh miris memang, kondisi korban dugaan pemerkosaan oleh Ayah Kandung dan juga korban pencabulan oleh Bapak tiri di Bojonegoro hingga saat ini belum mendapatkan perhatian dari lembaga pemerintah kabupaten Bojonegoro yang menangani bidang perempuan dan anak, terutama dari lembaga PPA (Perlindungan perempuan dan anak) dibawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro.
Salah satu keluarga Korban Pencabulan mengaku bahwa sama sekali korban belum didatangi oleh pihak Pendampingan dari Pemkab Bojonegoro, meskipun kondisi anaknya saat ini mengalami trauma dan juga psikologinya terganggu apalagi setelah semua terungkap dan ditangani oleh pihak Polisi.
“Belum ada yang datang baik dari PPA Bojonegoro maupun dari DP3AKB,” Tutur salah satu keluarga korban pencabulan terhadap awak media SuaraBojonegoro.com, Kamis (27/11/2025).
Dirinya juga menyebutkan bahwa sampai saat ini anaknya terkadang menyendiri dan sering diam setelah mengalami kejadian peristiwa naas tersebut, dan selaku keluarga dirinya juga hanya bisa menenangkan serta memberikan semangat dan juga upaya motivasi.
“Kami berharap ada yang membantu saya untuk memulihkan mental, psikologi korban serta memberikan pendampingan karena korban masih anak anak,” Tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Polres Bojonegoro melakukan penanganan terhadap dua ayah kandung yang tega menyetubuhi anaknya sendiri dan bahkan satu korbanengalami hamil hingga 8 bulan, dan seorang ayah tiri yang tega mencabuli anaknya.
Kasus ini sudah ditangani oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Bojonegoro dan ketiga pelaku sudah ditetapkan tersangka oleh Polisi. (Sas/Red)








