Reporter : Sasmito
SuaraBojonegoro.com – Aktivitas penambang minyak mentah dari beberapa sumur di Wilayah Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, dibeberapa titik sumur yang diduga tidak disetor oleh penambang ke Pertamina dan diduga menyebabkan setoran PAD (Pendapatan Asli Daerah) ke Pemkab Bojonegoro semakin tahun mengalami penurunan Drastis dari hasil pengelolaan minyak dari Sumur Minyak Tradisional.
Dari data dan informasi yang dihimpun Media SuaraBojonegoro.com, aktivitas Penyulingan minyak mentah di wilayah Kecamatan Kedewan dibeberapa Desa terdapat 6 Titik, yaitu berada di Desa Sambeng Kasiman, Dangilo Hargomulyo, Desa Kedewan, dan Wonocolo, hal ini terlihat adanya tempat penyulingan di enam wilayah tersebut yang hampir setiap hari beroperasi untuk memasak Minyak mentah menjadi minyak solar yang diduga kemudian dikirim ke pengepul dan diambil mobil tangki menuju keluar wilayah Kedewan secara ilegal.
“Lihat Itu ada asap mengepul, itu Pawon Pawon (tempat memasak minyak mentah menjadi minyak solar. Red*) mereka bekerja merebus minyak dari Sumur sumur minyak mentah yang dikumpulkan,” Kata Seorang warga yang ditemui oleh Awak Media ini dengan enggan namanya dimediakan.
Seharusnya, minyak mentah yang ditambang oleh masyarakat itu dikirim ke Pertamina melalui BUMD yang telah melakukan kerjasama, akan tetapi anehnya justru tidak sedikit minyak mentah yang ditengarai diolah sendiri oleh oknum-oknum pengusaha untuk dijadikan minyak Solar, yang kemudian dimasukkan kedalam tangki minyak dan dikirim ke wilayah Gresik.
Bagaimana penyulingan minyak mentah bisa ada dibeberapa titik dengan mudah melakukan hal tersebut, tanpa ada pengawasan dari berbagai pihak terkait?, hal inilah yang juga membuat wakil rakyat dari Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro sempat turun dilapangan untuk menindak lanjuti adanya informasi penyulingan minyak mentah.
“Mungkin hal itu mengakibatkan adanya penurunan setor dari PT BBS yang seharusnya mengelola minyak dari tambang sumur di wilayah Kedewan yang hasilnya menjadi PAD Kabupaten Bojonegoro dan malah menurun,” Ungkap Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri, Kamis (21/8/2025).
Dari pantauan media ini, beberapa Tempat penyulingan mengepulkan asap tinggi di wilayah Wonocolo, dan bahkan kemarin sempat padam perkirakan pukul 12.00 wib saat awak media ini melintas di lokasi tersebut. Beberapa warga juga tidak sedikit enggan dimintai konfirmasi terkait hal tersebut.
Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, akan memanggil beberapa pihak terkait, untuk membahas hal tersebut yang diduga ada laporan dan informasi terkait penyulingan ilegal serta adanya minyak ilegal yang berasal dari wilayah tambang minyak.mentah di kecamatan Kedewan Bojonegoro. (Sas*)








