Reporter : Putut Sugiarto
SuaraBojonegoro.com – Isu tak sedap menyelimuti proses pengisian perangkat desa (Perades) Kanten, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Rencana seleksi yang dijadwalkan pada 01/12/2025 itu diduga sarat pengkondisian, terutama terkait munculnya nama menantu Kepala Desa sebagai salah satu peserta.
Dari data yang dihimpun awak media menyebutkan bahwa, seleksi ini diikuti oleh empat peserta yang bersaing dalam satu formasi jabatan, yaitu Kasi (Kepala Seksi) Pemerintahan Desa.
Namun, isu yang santer beredar di masyarakat menyebutkan bahwa seleksi ini diduga hanya formalitas. Diduga ada salah satu nama, yakni menantu dari Kepala Desa Kanten Samsul Hadi, digadang-gadang akan keluar sebagai pemenang pada formasi Kasi Pemerintahan Desa tersebut.
Hal ini membuat warga desa Kanten tersebut menyampaikan adanya kekhawatiran tersebut, karena ada menantu Kades yang ikut seleksi Perangkat Desa.
“Memang benar, menantu kepala desa ikut seleksi perangkat. Kalau benar isu itu terjadi, patut dipertanyakan independensi tim panitia, terutama tim penguji yang ditunjuk sebagai pihak ketiga,” ungkap salah seorang warga desa yang meminta namanya agar tidak dipublikasikan, Selasa (25/11/2025)
Kepala Desa Kanten Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Samsul Hadi membenarkan bahwa didesanya akan ada seleksi perangkat desa yakni Kasi Pemerintahan Desa.
Terlepas apapun hasilnya adalah Keputusan Panitia Pelaksana Ujian tersebut.
Menjawab isu yang beredar terkait dengan turut sertanya sang menantu Samsul Hadi tidak menanggapi hal tersebut.
“Menanggapi isu yang beredar, buktikan saja kalau itu nanti terjadi, ” tukasnya.
Persoalan netralitas Panitia Seleksi Perades dan intervensi disitu, dirinya juga menyebut tidak akan mungkin melakukan itu.
Ada Dugaan kuat dari beberapa warga desa bahwa proses pengisian perangkat desa Kanten tidak dilakukan secara objektif dan transparan, dan ditengarai sarat kepentingan keluarga.
Awak media hingga berita ini ditayangkan, konfirmasi kepada Sekretaris Desa dan Panitia Seleksi Perangkat Desa belum mendapatkan jawaban terkait dengan nama-nama peserta dan tempat berlangsungnya ujian perangkat desa diadakan. Dihubungi berkali-kali lewat aplikasi whatsapp dan dihubungi via telpon tidak ada tanggapan atau respon. (Put/Red)








