Camat Dander Minta Perbaikan Jembatan Ngablak Bojonegoro Dipercepat, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

 

SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kecamatan Dander meminta perbaikan pembangunan jembatan di Desa Ngablak segera dilakukan menyusul hasil monitoring dan evaluasi DPUBMPR Kabupaten Bojonegoro yang menemukan sejumlah pekerjaan belum memenuhi persyaratan keamanan, mengingat keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Rabu (08/07/2026).

 

Camat Dander, Teguh Wibowo, S.H., M.H., mengatakan bahwa hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan DPUBMPR Kabupaten Bojonegoro menemukan sejumlah catatan teknis pada pekerjaan pembangunan jembatan. Temuan tersebut berkaitan dengan spesifikasi material yang digunakan serta dimensi papan jembatan yang dinilai belum memenuhi persyaratan keamanan, sehingga seluruh rekomendasi hasil evaluasi perlu segera ditindaklanjuti sebelum jembatan difungsikan untuk masyarakat.

Baca Juga:  Warga Ngablak Bojonegoro Pilih Jembatan Sasak Ketimbang Melintas di Jembatan BKKD, Alasan Keamanan Jadi Pertimbangan

 

“Berpedoman pada hasil monitoring dan evaluasi dari Dinas Pekerjaan Umum, terdapat beberapa catatan teknis yang harus segera ditindaklanjuti, khususnya terkait spesifikasi material serta dimensi papan jembatan yang belum memenuhi persyaratan keamanan,” ujar Camat Dander

 

Sebagai upaya tindak lanjut, pihaknya telah menginstruksikan Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Dander untuk turun langsung ke lokasi guna melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta pihak-pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti melalui perbaikan sesuai rekomendasi teknis, sehingga jembatan dapat digunakan masyarakat dengan aman.

 

“Sudah saya perintahkan Kasi PMD turun ke lokasi untuk berkoordinasi. Perbaikan harus segera dilaksanakan sesuai hasil monitoring dan evaluasi,” tambahnya.

Baca Juga:  Ketua Timlak Ini Akui Ada Makelar Proyek BKKD

 

Sebelumnya, pembangunan jembatan tersebut sempat terpasang spanduk berisi protes warga sebagai bentuk kekecewaan terhadap hasil pekerjaan. Meski konstruksi telah rampung, jembatan belum dapat dimanfaatkan karena masih terdapat aspek teknis yang dinilai belum memenuhi standar keamanan.

 

Jembatan tersebut dibangun melalui Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp2 miliar. Hingga berita ini ditulis, jembatan belum difungsikan karena masih menunggu penyelesaian perbaikan sesuai hasil monitoring dan evaluasi DPUBMPR Kabupaten Bojonegoro. (Why/Red)