Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – All Out Festival 2026 siap digelar pada 24 Agustus 2026 di halaman GOR Utama Bojonegoro dengan menghadirkan sederet musisi yang tengah digemari generasi muda, seperti For Revenge, 7P, Zhizzy, S1O, Dizzy Youth, F, dan Burn Goblin. Sabtu (18/07/2026)
Menjelang pelaksanaan festival, antusiasme masyarakat terus meningkat. Perwakilan FM Production selaku promotor, Fakhruddin Zamroni, menyampaikan bahwa kapasitas venue mencapai sekitar 8.000 penonton, sementara penjualan tiket hingga saat ini telah menembus sekitar 50 persen dari total kuota yang tersedia.
“Hingga hari ini penjualan tiket sudah mencapai kurang lebih 50 persen dari total kapasitas,” ujar Rony, sapaan akrab Fakhruddin Zamroni, dalam konferensi pers, Jumat (17/07/2026) petang.
Tingginya minat penonton, baik dari Bojonegoro maupun daerah sekitar, dinilai menjadi indikator bahwa Bojonegoro memiliki potensi sebagai lokasi penyelenggaraan konser dan festival musik berskala nasional.
“Antusiasme yang luar biasa ini menunjukkan Bojonegoro memang layak menjadi destinasi konser atau festival musik nasional yang mampu memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi di sektor-sektor lainnya,” katanya.
Di sisi lain, Perwakilan PT Sejagad Rahmanuka Indonesia, Niken Herlina, menegaskan bahwa All Out Festival tidak hanya menawarkan pertunjukan musik, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung.
Menurut Niken, Bojonegoro sudah saatnya menjadi bagian dari ekosistem industri hiburan nasional, bukan sekadar menjadi penonton. Melalui festival tersebut, penyelenggara ingin mendorong tumbuhnya ekosistem musik sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif di daerah.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi pengunjung sekaligus menumbuhkan gerakan musik dan ekonomi kreatif melalui konsep pertunjukan yang kreatif,” ungkapnya.
Penyelenggaraan All Out Festival 2026 secara khusus menyasar kalangan Gen Z dan milenial. Konsep yang dihadirkan tidak berhenti pada hiburan semata, tetapi juga membangun ruang interaksi antarkomunitas dan menciptakan pengalaman yang membekas bagi para penonton.
Pemilihan deretan musisi yang tampil pada tahun ini juga dilakukan melalui pengamatan terhadap tren dan preferensi pasar. Selama ini, hiburan di Bojonegoro lebih banyak didominasi pertunjukan dangdut yang menyasar kalangan tertentu. Karena itu, penyelenggara menghadirkan konsep berbeda yang lebih dekat dengan selera generasi muda.
“Setelah vakum sekitar satu tahun, kami mencari konsep comeback yang benar-benar meledak. Akhirnya diputuskan menghadirkan For Revenge dan musisi lainnya yang memang sedang diminati anak muda,” jelas Niken. (Why/Red)








