Di Lokakarya Media 2026, SKK Migas Jabanusa Dorong Kemitraan Media untuk Kawal Hulu Migas dan Pemberdayaan Masyarakat

Reporter : Sasmito 

SuaraBojonegoro.com | Jogjakarta  — Kepala SKK Migas Jabanusa Anggono Hendrawan menegaskan pentingnya peran media dalam mengawal kegiatan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa).

Hal tersebut disampaikan Anggono dalam acara gala dinner Lokakarya Media dengan tema “Menguatkan Kemitraan Hulu Migas dan Media Jabanusa dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Berkelanjutan”, yang digelar di Hotel Tentrem Jogjakarta, Rabu (16/9/2026).

Menurut Anggono, dukungan pemberitaan yang objektif dan edukatif menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat sekaligus mengawal pelaksanaan kegiatan hulu migas.

“Dukungan pemberitaan yang obyektif, edukatif sangat penting untuk mengawal kegiatan hulu migas di Jabanusa,” ujar Anggono.

Selain menjadi ajang silaturahmi antara SKK Migas, media, dan manajemen Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Jabanusa, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penyampaian hasil Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tahun 2026.

Anggono menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan UKW yang telah melahirkan 34 wartawan kompeten pada tahun ini. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata dukungan SKK Migas dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalis.

Baca Juga:  Prosedur Penanganan Kegawatdaruratan Pada Masyarakat Disosialisasikan Oleh PEPC JTB

“Kita bangga bisa melahirkan 34 wartawan kompeten pada tahun ini, sehingga hal ini merupakan ajang nyata peningkatan kapasitas jurnalis oleh SKK Migas,” katanya.

Ia menambahkan, kontribusi dan dukungan SKK Migas tidak hanya berkaitan dengan sektor hulu migas, tetapi juga diarahkan pada berbagai upaya pemberdayaan masyarakat, termasuk dukungan terhadap pengembangan koperasi.

Dalam konteks tersebut, Anggono menilai pers yang kompeten memiliki posisi strategis untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berimbang sekaligus memberikan edukasi mengenai berbagai program dan aktivitas yang dilakukan sektor hulu migas.

“Pers yang kompeten adalah mitra strategis sebagai bentuk dukungan optimisme melalui pemberitaan yang berimbang dan memberikan edukasi terhadap masyarakat,” jelasnya.

Anggono juga mengingatkan para jurnalis agar setiap pemberitaan disusun dengan berpedoman pada kode etik jurnalistik serta mekanisme kerja jurnalistik. Pemahaman terhadap materi yang akan diberitakan, menurut dia, juga menjadi bagian penting agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak sepotong dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Sinergi EMCL dan Pemkab Bojonegoro Bahas Program Pengembangan Masyarakat

“Selayaknya berita disampaikan sesuai dengan kode etik dan mekanisme jurnalistik, serta pemahaman terkait materi berita, sehingga berita bisa disampaikan dengan berimbang dan utuh,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa setiap informasi yang diberitakan memiliki konsekuensi pertanggungjawaban kepada masyarakat. Karena itu, wartawan perlu memperoleh informasi yang cukup serta melakukan konfirmasi terhadap materi yang akan ditulis.

“Karena berita harus dipertanggungjawabkan terhadap masyarakat, sehingga perlu dukungan informasi dan konfirmasi terhadap materi berita yang ditulis,” ujar Anggono.

Lokakarya media tersebut diikuti sekitar 80 peserta dan turut dihadiri manajemen KKKS wilayah Jabanusa. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat komunikasi dan kemitraan antara SKK Migas, KKKS, dan media dalam menyampaikan perkembangan sektor hulu migas sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian yang berkelanjutan. (Sas/Red)