Pemkab Bojonegoro Dorong Generasi Muda Tingkatkan Literasi Digital, Bijak Manfaatkan AI

SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), para pelajar diharapkan memiliki literasi digital yang kuat agar mampu menghadapi tantangan era digital.

 

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Bojonegoro, Arif Afandy, saat menghadiri Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja di Aula SMAN 1 Kalitidu, Selasa (4/8/2026).

 

Arif menegaskan bahwa perangkat digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana berkarya dan berinovasi, bukan justru membuat penggunanya bergantung secara berlebihan.

 

“Kini kita memasuki era AI yang membuka akses informasi dan peluang tanpa batas. AI bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat jika digunakan dengan baik, tetapi juga dapat menimbulkan masalah apabila dimanfaatkan tanpa rasa tanggung jawab,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa lahir dan tumbuh di era digital tidak otomatis membuat seseorang memiliki kemampuan berpikir kritis. Karakter, integritas, dan prinsip moral tetap menjadi fondasi utama dalam menyaring informasi serta memanfaatkan teknologi secara positif.

Baca Juga:  16 Penghargaan Diperoleh Pemkab Bojonegoro, Bentuk Bukti Prestasi Capaian Kinerja

 

“Dunia berkembang sangat cepat. Jangan sampai kecerdasan manusia dikalahkan oleh kecerdasan ponsel pintar. AI tidak bisa menggantikan integritas dan nilai moral manusia. Cara kita menggunakan teknologi hari ini akan menentukan masa depan kita,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Arif memaparkan empat pilar utama literasi digital yang perlu dimiliki generasi muda, yakni kecakapan digital, keamanan digital, etika digital, dan budaya digital. Keempat aspek tersebut dinilai penting agar pelajar mampu menggunakan teknologi secara aman, produktif, serta bertanggung jawab di ruang digital.

 

Sementara itu, perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Almaliki Ukay Sukaya Subqy, menjelaskan bahwa program literasi digital ini telah diinisiasi sejak 2025 melalui kolaborasi EMCL, SKK Migas, Pemkab Bojonegoro, dan berbagai pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris.

Baca Juga:  100 Hari Kerja Setyo Wahono dan Nurul Azizah Menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, 8 Quick Win Diselesaikan!

 

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk mencetak pelajar yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu melahirkan karya-karya inovatif.

 

“Hari ini kami mengumpulkan peserta dari wilayah Bojonegoro bagian barat, kemudian besok dilanjutkan untuk wilayah timur. Harapannya, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat,” jelas Malik.

 

Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai bekal menghadapi tantangan perkembangan teknologi.

 

“Teknologi dapat menjadi berkah apabila digunakan secara bijak, tetapi juga dapat menjadi ancaman jika disalahgunakan. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan menerapkan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.Versi ini lebih kuat dari sisi jurnalistik dengan pembuka yang menarik, alur yang runtut, serta penekanan pada pentingnya literasi digital dan penggunaan AI secara bijak. (Red/Lis)