Jelang Muscab PKB Bojonegoro, Berikut Mekanisme Penjaringan Calon Ketua!

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com – Hasil Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digelar di Bali menjadi acuan utama dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) DPC PKB Bojonegoro. Proses penjaringan calon kepengurusan dilakukan secara berjenjang oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Jumat (03/04/2026).

Sekretaris DPC PKB Bojonegoro, Abdulloh Umar, S.Pd, menjelaskan bahwa mekanisme penjaringan calon dilakukan langsung oleh DPP melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengamatan hingga pemantauan kader.

“DPP melakukan pengamatan, pemantauan dan penjaringan calon. Lalu hasilnya nanti akan dibacakan dan dimintakan persetujuan di forum muscab,” ujar Abdulloh Umar saat dikonfirmasi media ini.

Pria yang juga Ketua DPRD Bojonegoro ini menjelaskan, hasil penjaringan tersebut nantinya akan melalui proses lanjutan sebelum ditetapkan secara resmi. DPP akan menggodok hasil tersebut sebagai bahan penentuan calon yang dinilai layak.

Baca Juga:  Choirul Anam Tuding SK Penugasan GTT-PTT Bermuatan Politik

“Hasil dari UKK nanti akan digodok oleh DPP untuk kemudian ditentukan,” terangnya.

Lanjutnya, Umar mengatakan bahwa setelah nama-nama calon ditetapkan, para kandidat akan mengikuti tahapan Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) yang dilaksanakan DPP PKB dengan melibatkan pihak ketiga dari kalangan perguruan tinggi.

“Setelah nama-nama calon ditetapkan, nantinya nama calon tersebut akan dilakukan UKK oleh DPP dengan menggandeng pihak ketiga dari perguruan tinggi,” jelasnya.

Terkait jumlah calon yang akan mengikuti proses tersebut, Umar mengaku hingga saat ini belum dapat memastikan. Sebab, daftar nama calon masih menunggu pembacaan resmi dalam forum Muscab.

“Belum tahu ada berapa calon, karena nanti baru akan dibacakan dan dimintakan persetujuan di forum muscab,” pungkasnya.

Baca Juga:  Silon Kembali Dibuka, Setelah Gugatan Bapaslon Independen Dikabulkan Bawaslu

Pelaksanaan Muscab DPC PKB Bojonegoro pada Sabtu (04/04/2026) diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan struktur partai sesuai arah kebijakan hasil Muktamar PKB di Bali. (Why/Red)