Bangunan Sekolah Yang Viral di Tambakrejo, Merupakan Milik Yayasan Sekolah Swasta

Reporter : Bima Rahmat

SuaraBojonegoro.com – Video bangunan reyot yang disebut sebagai sekolah di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, viral di berbagai platform media sosial. Menyikapi hal itu, Pemerintah Desa Napis memberikan klarifikasi resmi. Kepala Desa Napis, Mulyono menegaskan bahwa bangunan dalam video tersebut bukan sekolah negeri, melainkan madrasah swasta yang dibangun secara gotong royong oleh warga Dusun Koripan. Kamis (27/11/25).

Mulyono menjelaskan bahwa bangunan tersebut digunakan untuk kegiatan belajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 1, 2, dan 3, dan berdiri di atas tanah pribadi milik warga Dusun Koripan. Kondisi bangunan yang sederhana disebabkan keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat setempat.

“Madrasah itu milik yayasan dan dibangun swadaya oleh warga. Fungsinya untuk menampung murid kelas 1 sampai kelas 3. Sedangkan madrasah induknya, MI Silahul Muslimin, berada di Dusun Doplangu,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon WhatsAppnya.

Baca Juga:  Banyak Kasus Bangunan Sekolah di Tanah Warga, Komisi C DPRD Minta Diknas Bojonegoro Ambil Langkah

Selain itu Madrasah tersebut berada di bawah naungan Yayasan Subulul Huda, yang juga menaungi RA yang berdiri sejak 2014. Namun, Mulyono menegaskan bahwa tanah tempat madrasah tersebut berdiri belum berstatus wakaf.

“Kalau induknya sudah beberapa kali dapat pokir dari DPRD. Tapi yang viral ini masih berdiri di atas tanah pribadi. Kami dari pemerintah desa juga tidak bisa menganggarkan bantuan jika status tanahnya belum wakaf,” tegasnya.

Mulyono berharap masyarakat tidak salah memahami video tersebut dan tidak mengira bahwa bangunan itu merupakan sekolah negeri yang diabaikan oleh pemerintah.

“Ini murni inisiatif warga untuk menyediakan akses pendidikan dini bagi anak-anak di dusun,” pungkasnya. (Bim/red).

Baca Juga:  Banyak Kasus Bangunan Sekolah di Tanah Warga, Komisi C DPRD Minta Diknas Bojonegoro Ambil Langkah