Reporter : Putut Sugiarto
SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) kelompok 04 dari Universitas Bojonegoro (Unigoro) turut berpartisipasi dalam pelaksanaan tradisi tahunan Sedekah Bumi yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Dander, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen nyata mereka dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal serta memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat desa.
Tradisi Sedekah Bumi merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberlimpahan hasil bumi dan rezeki yang diperoleh selama setahun penuh. Kegiatan diawali dengan prosesi kirab budaya yang melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah desa, tokoh adat, warga masyarakat secara umum, serta mahasiswa KKN-TK 04 Unigoro.
Prosesi ini dimulai dari Balai Desa dan berakhir di lokasi sakral yang dikenal dengan nama Sumberan Dander.
Dalam proses kirab tersebut, warga membawa berbagai makanan tradisional seperti nasi, sayur-mayur, lauk pauk, dan kue-kue khas daerah. Makanan-makanan ini kemudian dibagikan atau ditukar antarwarga sebagai simbol kebersamaan serta solidaritas sosial dalam komunitas. Setelah tiba di lokasi Sumberan Dander, prosesi dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sunarto selaku Tokoh Adat Dander di area Punden, tempat yang dianggap sakral dan memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Jupriyanto menekankan pentingnya pelestarian tradisi sebagai warisan budaya yang memiliki makna spiritual serta nilai sosial yang mendalam bagi masyarakat.
“Tradisi Sedekah Bumi tidak hanya berfungsi sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, namun juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan antarwarga, menjaga keharmonisan dengan alam sekitar, serta memperkokoh identitas budaya lokal. Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan aktif mahasiswa KKN-TK 04 yang membantu mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan acara. Kehadiran mereka membawa semangat baru sekaligus memberikan pendekatan segar dalam penyelenggaraan tradisi ini.” Tuturnya pada Jumat (08/08/2025).
Setelah doa bersama, berbagai sajian khas tradisional seperti nasi, ayam panggang, sayur, serta jajanan khas seperti tape, jadah, kucur, pisang, onde-onde, rengginang, dan opak yang dibawa oleh Kepala Desa sebagai simbol kemakmuran dan kebersamaan kemudian disantap bersama oleh seluruh peserta. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan tayub, yaitu tarian tradisional Jawa yang ditarikan oleh para penari perempuan (sindir) dengan iringan musik gamelan, yang berlangsung hingga menjelang sore hari.
Pada malam hari, acara berlanjut dengan pemberian santunan untuk anak-anak yatim piatu yang disertai sholawatan oleh masyarakat sekitar. Untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal, panitia bersama mahasiswa KKN-TK 04 juga turut mempromosikan produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa dengan cara membagikan kotak makanan berisi olahan hasil pelaku usaha mikro di wilayah Desa Dander.
Keterlibatan mahasiswa KKN-TK 04 dalam seluruh rangkaian acara tersebut tidak sekadar bersifat simbolis, melainkan merupakan kontribusi nyata generasi muda dalam pelestarian tradisi dan budaya lokal. Mahasiswa aktif berperan dalam aspek teknis dan koordinasi bersama panitia desa, serta mengintegrasikan pendekatan-pendekatan modern guna meningkatkan kualitas pelaksanaan acara tanpa menghilangkan esensi dan nilai budaya yang melekat.
Tradisi Sedekah Bumi yang berlangsung di Desa Dander ini tidak hanya memperkuat identitas lokal masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kerukunan antarumat beragama. Semua warga, tanpa memandang latar belakang agama, berpartisipasi dalam acara tersebut sebagai wujud persaudaraan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Put/Red)








