SuaraBojonegoro.com – Komitmen membangun generasi yang sehat dan berkualitas terus diwujudkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 19 Universitas Bojonegoro (Unigoro). Berkolaborasi dengan Polindes Desa Turi, mahasiswa menggelar kegiatan screening kesehatan dan pendampingan imunisasi bagi siswa-siswi SDN Turi 1, Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini kondisi kesehatan anak usia sekolah sekaligus mendukung program peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Screening kesehatan meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, serta pemeriksaan kesehatan dasar untuk mengetahui kondisi fisik para siswa.
Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan dari Polindes Desa Turi bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan, sementara Mahasiswa KKN-TK 19 Unigoro memberikan pendampingan di setiap tahapan kegiatan. Mulai dari proses registrasi peserta, pendataan hasil pemeriksaan, hingga mengarahkan siswa agar kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu kelancaran teknis kegiatan, tetapi juga memberikan edukasi sederhana kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini. Pendekatan yang dilakukan secara komunikatif membuat para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan.
Koordinator KKN-TK 19 Unigoro menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui sektor kesehatan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat membantu memantau kondisi kesehatan anak-anak sejak dini. Data hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah, orang tua, maupun tenaga kesehatan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Polindes Desa Turi mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN-TK 19 yang turut mendukung pelaksanaan screening kesehatan dan imunisasi di lingkungan sekolah.
Hasil pemeriksaan seluruh siswa didokumentasikan sebagai bahan pemantauan kesehatan. Apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan, hasil tersebut akan menjadi dasar tindak lanjut oleh pihak sekolah bersama orang tua dan tenaga kesehatan.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan, tenaga kesehatan, dan mahasiswa, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, sehingga tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan siap menjadi penerus bangsa. (Lis/Red)








