Reporter: Putut Sugiharto
SuaraBojonegoro.com – Petani di Dusun Katok dan Butak Desa Miyono, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan sulitnya dapat pupuk bersubsidi, meski dapat harganya mahal itupun lewat pengecer, bahkan harga hingga mencapai Rp 450 ribu per paket (Urea dan Phonska).
Petani Dusun Katok Gan (60) ketika di konfirmasi awak media Juma’t 22/07/2022 menyampaikan bahwa para petani ini sudah 2 tahun tidak pernah mendapat jatah pupuk bersubsidi, “padahal kami ini masuk bagian dari Kelompok Tani, dulu kami masih dapat jatah pak,” ujarnya, Sabtu (23/7/2022).
Menurutnya kebutuhan kelompok setiap musim tanam padi hampir 30 ton selalu terpenuhi, sekarang tidak dapat, hal ini menjadi miris karena setiap petani terkadang hanya dapat 1 sak urea, meskipun harganya mahal mereka tetap membelinya hal ini dikarenakan kebutuhan pupuk untuk tanaman mereka.
Dugaan permainan pupuk bersubsidi juga menjadi asumsi para petani di wilayah tersebut, serta petani juga menduga ada pupuk bersubsidi yang dijual keluar desa, Dia juga berharap kepada instansi terkait untuk memberikan perhatian khusus terkait ketersediaan pupuk bersubsidi.
“Supaya bisa dirasakan oleh masyakarat yang benar-benar membutuhkan, khususnya petani kecil,” imbuh petani ini.
Sementara Kepala Desa Miyono, Ratno ketika di konfirmasi awak media menyampaikan bahwa informasi itu tidak benar, semua sudah terpenuhi sesuai jatah, ” tanya saja sama orang butak dan Katok”, ujarnya. (Put/SAS)








