SuaraBojonegoro.com – Upaya pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) tahun 2025. Dalam rangkaian kegiatan pengabdiannya di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Kelompok 2 KKN-TK Unigoro melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembuatan Briket dari Sekam Padi pada Hari Jumat (18/7/25).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bertema Energi terbarukan dan ekonomi sirkular. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang cara mengubah limbah sekam padi menjadi briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi lokal, khususnya limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Diharapkan, briket dari sekam padi tidak hanya menjadi solusi energi bersih di tingkat rumah tangga, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gajah, Bapak Muhamad Wahyudi, menyampaikan apresiasinya atas program yang diinisiasi mahasiswa KKN. Beliau berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya energi alternatif, serta membentuk pola pikir kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Ibu Melisa Rusdiana Surya Efendi, S.Pd., M.Si., memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai pentingnya energi alternatif berbasis limbah pertanian. Beliau juga menjelaskan proses teknis pembuatan briket dan manfaat jangka panjangnya bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat desa. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat terus mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan potensi lokal, serta menjadikan inovasi seperti briket sekam padi ini sebagai langkah awal menuju kemandirian energi di pedesaan.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung secara interaktif, dimulai dengan pemaparan materi oleh mahasiswa, dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan briket, serta sesi diskusi bersama warga. Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan warga dalam proses pembuatan briket serta ketertarikan mereka terhadap peluang pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa secara kreatif, inovatif, dan ramah lingkungan. (Red/Lis)








