Sejumlah Puskesmas di Bojonegoro Tahun 2024 Alami Penurunan Kinerja Secara Signifikan

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com – Kinerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2024 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini terungkap dalam dokumen Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2024, yang mencatat rata-rata capaian kinerja Puskesmas turun dari 90,06% pada 2023 menjadi 89,23% di tahun 2024.

Meskipun angka tersebut masih berada dalam kategori baik, namun penurunan ini menjadi sinyal penting bagi upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah tersebut. Terlebih, beberapa Puskesmas mengalami penurunan tajam, seperti Puskesmas Gondang dari 96,76% ke 68,67%, Puskesmas Mejuwet dari 89,75% ke 68,50%, dan Puskesmas Gayam dari 82,17% ke 70,47%.

Dalam sistem pelayanan kesehatan nasional, Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan dasar yang menyelenggarakan upaya promotif dan preventif, serta menjadi pusat pengembangan kesehatan masyarakat melalui pendekatan keluarga. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 43 Tahun 2019, yang menekankan pentingnya integrasi program berbasis keluarga dalam meningkatkan jangkauan dan akses layanan kesehatan.

Baca Juga:  Bidan Desa Periksa Kesehatan Siswa SD Ngujung, Babinsa Koramil Malo Bantu Tim Kesehatan

“Puskesmas sebagai ujung tombak terdepan pembangunan kesehatan, memiliki peran strategis dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, penilaian kinerja Puskesmas menjadi indikator utama dalam mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan di tingkat daerah,” tertulis dalam LKjIP Dinkes Bojonegoro.

Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) dilakukan untuk mengukur capaian program, kualitas manajemen, serta mutu layanan yang diberikan. Berdasarkan kriteria yang digunakan Nilai >89% dikategorikan Baik, Nilai antara 81%-88% sebagai Cukup,
Nilai <81% masuk dalam kategori Kurang.

Puskesmas kemudian dikelompokkan dalam tiga strata berdasarkan hasil tersebut, dengan tujuan memberikan gambaran objektif terhadap capaian dan menentukan arah prioritas kebijakan.

Dari total 35 Puskesmas, sejumlah wilayah menunjukkan peningkatan signifikan. Di antaranya Puskesmas Kepohbaru naik dari 83,11% ke 95,30%, Puskesmas Tanjungharjo dari 84,33% ke 90,24%, Puskesmas Wisma Indah dari 88,82% ke 96,40%.

Namun demikian, beberapa Puskesmas justru mengalami penurunan mencolok Puskesmas Gondang, turun 28,09 poin Puskesmas Mejuwet turun 21,25 poin, Puskesmas Kapas dari 80,62% ke 69,88%, Puskesmas Gayam, dari 82,17% ke 70,47%.
Puskesmas dengan nilai tertinggi adalah Ngumpak Dalem (97,98%), disusul oleh Sumberejo (97,90%) dan Bojonegoro (96,59%).

Baca Juga:  Ketua Cabang PSHW, Intruksikan Libur Latihan Pencak Silat, Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Sementara itu, dalam dokumen LKjIP disebutkan bahwa penurunan kinerja ini menunjukkan adanya sejumlah program kesehatan yang belum tercapai secara optimal. Hal ini menegaskan perlunya perhatian lebih dari seluruh elemen—pemerintah, masyarakat, hingga pihak ketiga—untuk mendorong tercapainya pelayanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Penurunan kinerja ini harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Penguatan manajemen internal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta integrasi program berbasis keluarga perlu dioptimalkan guna mendukung target pembangunan kesehatan daerah yang selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Sampai berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, belum memberikan keterangan resmi terkait penurunan kinerja sejumlah Puskesmas tersebut. Upaya konfirmasi dari media masih belum direspons. (Red/Why)