Peserta Bootcamp 2026 Antusias Kembangkan Bakat, Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Bojonegoro

SuaraBojonegoro.com – Program Bootcamp 2026 yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro mendapat antusiasme dari kalangan pemuda. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengasah keterampilan, mengembangkan potensi, sekaligus memperluas jejaring sebagai bekal menuju kemandirian ekonomi.

Salah satu peserta, Rahmawan, pemuda asal Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras, memanfaatkan Bootcamp untuk mengembangkan kemampuannya sebagai pembawa acara atau Master of Ceremony (MC).

Rahmawan mengaku selama ini telah beberapa kali mendapat kesempatan menjadi MC dalam berbagai kegiatan di wilayah Kecamatan Sugihwaras. Melalui Bootcamp, ia ingin meningkatkan kemampuan tersebut agar dapat tampil lebih baik dan profesional.

“Selama ini saya cukup sering mendapatkan pengalaman menjadi MC di wilayah Kecamatan Sugihwaras. Karena itu, saya ingin terus mengembangkan potensi tersebut agar bisa menjadi MC yang lebih baik dan profesional,” ujarnya.

Menurut Rahmawan, kegiatan Bootcamp memberikan kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan di masyarakat.

Baca Juga:  Gelar Forum "NGOPI" di Bojonegoro, Backstagers Jatim Siap Perkuat Ekosistem dan Lindungi Pekerja Lepas

Ia juga mengapresiasi Pemkab Bojonegoro melalui Dinpora yang telah memberikan ruang kepada pemuda untuk belajar dan mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang diminati.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinpora Kabupaten Bojonegoro yang telah memberikan wadah bagi para pemuda untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kemampuan di bidang masing-masing, khususnya bagi saya di bidang MC,” ungkapnya.

Antusiasme serupa disampaikan Ega, peserta asal Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, yang mengikuti Bootcamp di bidang kerajinan handicraft. Ega sebelumnya telah memiliki usaha kecil di rumah yang bergerak di bidang art and craft serta workshop seni.

Ia mengatakan keikutsertaannya dalam Bootcamp tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan kapasitas diri dan memperluas relasi.

“Saya ingin mengembangkan diri saya, baik dari segi eksternal maupun internal. Nantinya ilmu yang saya dapatkan bisa saya implementasikan ke dunia nyata,” tutur Ega.

Baca Juga:  Audiensi dengan ESDM, BUMD KUD Minta Penyesuaian Harga dan Evaluasi Aturan Sumur Tua

Menurut Ega, salah satu manfaat penting yang diperoleh selama mengikuti kegiatan adalah bertambahnya jaringan pertemanan dan relasi. Bertemu dengan peserta dari berbagai latar belakang juga memberikan pengalaman serta motivasi baru.

“Saya berterima kasih karena melalui kegiatan ini saya bisa mendapatkan kesempatan bertemu dengan networking baru, motivasi baru, dan semangat baru untuk Bojonegoro menjadi lebih hidup dan artistik,” ujarnya.

Program Bootcamp 2026 tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kepemudaan tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk membangun jejaring dan meningkatkan kepercayaan diri.

Pemkab Bojonegoro melalui Dinpora terus mendorong terciptanya ruang pengembangan bagi pemuda agar lebih produktif, kreatif, dan mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Keterampilan dan jejaring yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal pemuda untuk mengembangkan usaha maupun peluang ekonomi secara mandiri. (Red/Lis)