Pelajar SDN Sukowati 1 Keluhkan Bau Yang Keluar Dari Cerobong Pabrik Tembakau

Reporter : Bima Rahmat

SuaraBojonegoro.com – Salah seorang pengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sukowati keluhkan bau menyengat yang berasal dari cerobong asap pabrik pengolahan tembakau yang ber lokasi di desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pengajar yang tidak mau disebutkan namanya tersebut mengeluh karena jarak cerobong asap perusahaan pengolahan tembakau dengan sekolah hanya berkisar kurang lebih 50 meter.

“kalau pagi hari baunya sangat menyengat,”, terangnya.

lebih lanjut guru tersebut menjelaskan sampai saat ini dari pihak perusahaan belum memberikan kompensasi atau yang lain kepada pihak sekolah.

“Kalau saya dengar yang TK itu sudah mendapatkan kompensasi atau bantuan kipas angin, tetapi untuk SD yang memiliki 152 murid belum ada,”, lanjutnya.

Baca Juga:  Ketua APPA Minta Jika Segel dan Ijin Lengkap Ada Jaminan Tidak Timbulkan Bau Menyengat dari Pabrik Pengolahan Tembakau

Salah satu perangkat desa mengatakan bau menyengat tersebut tercium sampai di lingkungan kediamannya yang berjarak hampir satu kilometer.

“Terutama kalau malam hari dan angin ke arah sini, itu baunya sangat menyengat, bahkan menurut warga desa Klampok baunya juga sampai sana,”, terangnya.

Sementara itu Kepala desa Sukowati Amik Rohadi saat di temui awak media ini menjelaskan bahwa pihak pemdes sudah melakukan mediasi antara warga dan pihak perusahaan.

“jika dalam kesepakatan mediasi tersebut pihak perusahaan mengingkari maka kita pemerintah desa akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan kewenangan kita,” terang Amik Rohadi.

Lebih lanjut Amik menjelaskan, dengan berdiri nya pabrik tersebut justru sangat membantu warga sekitar karena dapat menyerap tenaga kerja yang mayoritas dari warga Desa Sukowati.

Baca Juga:  Subkon PT Elnusa Fabrikasi Kontruksi Ancam Bongkar Hasil Pekerjaan di Sumur Migas Sukowati Jika Uangnya Tak Dibayar

“kita bandingan plus dan minusnya, warga kita yang dulunya tidak mempunyai pekerjaan dengan adanya pabrik tersebut sekarang mereka bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan,”, lanjutnya.

Sementara itu pihak perusahaan pengelolaan hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi saat media ini mendatangi perusahaan tersebut. (Bim/red).