Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Beredar informasi di media sosial yang menyebut Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro diduga mendapat intimidasi menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang.
Informasi tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul sebuah postingan di media sosial Instagram yang menyebut PCNU Bojonegoro hingga harus mendapat pengawalan dari rumah oleh sejumlah orang.
Dalam narasi yang beredar, pengawalan terhadap peserta Muktamar disebut sebagai bentuk intimidasi dan tekanan psikologis. Bahkan, postingan tersebut juga menyebut adanya dugaan tekanan terhadap PCNU Babat, Lamongan, menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Bojonegoro, H. Syaifudin Idris, menegaskan informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar atau hoaks.
Hal itu disampaikan Syaifudin saat ditemui secara langsung di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, PCNU Bojonegoro justru menyambut baik pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Kabupaten Jombang. Seluruh persiapan keberangkatan para peserta dari Bojonegoro juga tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Informasi yang beredar itu tidak benar,” tegas Syaifudin.
Ia memastikan PCNU Bojonegoro akan tetap mengikuti seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU. Rombongan PCNU Bojonegoro dijadwalkan berangkat menuju Jombang pada Kamis (27/8/2026).
Syaifudin menambahkan, informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak mengganggu persiapan PCNU Bojonegoro untuk menghadiri agenda Muktamar.
Dengan demikian, PCNU Bojonegoro memastikan tetap berangkat ke Jombang untuk mengikuti Muktamar ke-35 NU sekaligus meluruskan informasi yang menyebut adanya intimidasi terhadap jajaran PCNU Bojonegoro.
Pihak PCNU Bojonegoro juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (Rif/Red)








