Reporter : Sasmito
SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi membatalkan penyelenggaraan Bojonegoro Night Carnival (BNC) 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Pembatalan tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro tertanggal 20 Oktober 2026.
Surat bernomor 000/277/412.219/2026 itu menyebutkan bahwa keputusan pembatalan diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi terakhir yang digelar pada 19 Oktober 2026.
Kepala Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, membenarkan adanya pembatalan agenda tahunan tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (21/10/2026). Namun, ia belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan pembatalan.
“Iya,” jawab Elzadeba singkat saat dikonfirmasi mengenai kebenaran surat pembatalan BNC 2026.
Dalam surat pemberitahuan tersebut, Disbudpar menyatakan keputusan pembatalan diambil setelah mempertimbangkan hasil rapat dan aspek teknis penyelenggaraan.
“Berdasarkan hasil serta pertimbangan teknis, dengan sangat berat hati kami memberitahukan bahwa kegiatan BNC (Bojonegoro Night Carnival) tahun 2026 resmi dibatalkan,” demikian bunyi surat tersebut.
Meski demikian, surat itu tidak merinci pertimbangan teknis yang menjadi dasar pembatalan. Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Disbudpar terkait faktor yang menyebabkan kegiatan tersebut batal digelar.
Disbudpar juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah terlibat maupun berkaitan dengan rencana penyelenggaraan Bojonegoro Night Carnival 2026.
Pembatalan ini sekaligus menggugurkan agenda hiburan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB pada 31 Oktober mendatang. BNC selama ini menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan masyarakat dalam rangkaian agenda daerah.
Dengan keputusan tersebut, masyarakat Bojonegoro yang telah menantikan kemeriahan karnaval malam itu harus menerima kenyataan bahwa BNC 2026 tidak akan diselenggarakan sesuai jadwal.
Sementara itu, alasan resmi pembatalan masih menjadi tanda tanya lantaran belum dijelaskan secara terperinci oleh pihak penyelenggara. (Red)








