Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Beredar informasi adanya oknum yang mengaku sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) meminta sumbangan kepada sejumlah kepala desa di Kabupaten Bojonegoro dengan modus diduga dilakukan dengan dalih kegiatan akhir tahun. Selasa (16/12/2025)
Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, menegaskan bahwa PWI Bojonegoro maupun anggota PWI di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan tidak pernah mengajukan atau meminta sumbangan dalam bentuk apa pun kepada kepala desa.
“PWI tidak pernah melakukan kegiatan penggalangan dana ke kepala desa. Jika ada pihak yang mengatasnamakan anggota PWI dan meminta sumbangan, itu dipastikan oknum dan bukan bagian dari PWI,” tegas Sasmito Anggoro.
Lanjutnya, Sasmito mengecam keras tindakan tersebut karena mencoreng nama baik organisasi profesi wartawan. Pihaknya meminta agar kepala desa maupun pihak yang merasa dirugikan segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Kami mengecam keras perbuatan tersebut dan akan menindak tegas jika terbukti pelakunya merupakan anggota PWI. Jika bukan, maka itu murni penipuan dan harus diproses hukum,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa desa di Kecamatan Kedungadem telah menjadi korban, di antaranya Desa Tondomulo, Desa Panjang, dan Desa Kedungadem. Oknum tersebut meminta uang dengan nominal bervariasi dari Rp1.500.000 hingga Rp1.600.000 dengan alasan untuk kegiatan akhir tahun.
PWI Bojonegoro mengimbau seluruh kepala desa dan perangkat desa agar lebih waspada terhadap segala bentuk permintaan sumbangan yang mengatasnamakan organisasi wartawan, serta memastikan legalitas dan identitas pihak yang datang sebelum memenuhi permintaan apa pun.
Bahkan dalam Pesan Wathsapp yang dikirim ke Kades-kades di wilayah Kedungadem dan lainnya juga mencatut foto-foto kegiatan PWI baik PWI Jatim maupun PWI Tuban, dan hal tersebut juga sempat membuat Ketua PWI Tuban Suwandi berang dan tersinggung karena fotonya di catut.
“PWI Tuban tidak pernah mengirim Chat melalui akun wathsapp untuk meminta sejumlah uang kepada Kades-kades, apalagi di Bojonegoro,” tegas Suwandi. (Why/Red)








