Maulid Nabi di Gang Wates Bojonegoro, KH Mochammad Charis Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah

Reporter : Burhanudin Joe

SuaraBojonegoro.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Gang Wates, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, berlangsung khidmat dan semarak, Senin malam (24/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di depan Mushola Bani Nasrun, Gang Wates, Jalan Dr. Sutomo, tersebut dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai. Peringatan Maulid Nabi diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim Gg. Wates bersama Majelis Ta’lim Sholawat & Yasin Bani Nasroen.

 

Sebelum acara utama dimulai, kegiatan diawali dengan santunan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim di lingkungan sekitar.

 

Suasana semakin semarak dengan lantunan sholawat dari Annisa Nada Bani Nasroen. Penampilan hadrah tersebut mengiringi rangkaian kegiatan sekaligus membawa jamaah dalam suasana religius dan penuh kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Ketua Panitia, pembacaan Sholawat Mahalul Qiyam, pengajian, dan ditutup dengan doa.

 

Ketua Panitia Dedy Hariyanto dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga kegiatan peringatan Maulid Nabi dapat terselenggara.

Baca Juga:  Peringati Maulid Nabi Ponpes Al Bahroin Nguken Padanan Gelar Dzikir Massal

 

Dedy mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum menyatukan hati dan memetik hikmah dari peringatan Maulid Nabi, salah satunya dengan mempererat tali silaturahmi.

 

“Dalam kegiatan Maulid ini, mari kita satukan hati untuk memetik hikmah kegiatan pada malam ini. Salah satunya adalah menjalin tali silaturahmi,” ungkap Dedy.

 

Ia juga berharap momentum peringatan Maulid Nabi yang bertepatan dengan suasana peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dapat semakin memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat.

 

“Terlebih masih pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan. Semoga dengan kegiatan ini semakin meningkatkan persatuan dan kesatuan kita,” lanjutnya.

 

Memasuki acara inti, jamaah mengikuti pengajian yang disampaikan KH. Mochammad Charis dari Bojonegoro. Dalam tausiyahnya, KH. Mochammad Charis mengulas sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.

 

Sejarah kehidupan Rasulullah tersebut tidak hanya untuk dikenang, tetapi diharapkan dapat menjadi sumber keteladanan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama dalam mencontoh akhlak Rasulullah SAW.

 

Salah satu hal yang ditekankan dalam pengajian adalah pentingnya keteladanan dalam kehidupan keluarga, khususnya dalam mendidik putra-putri.

 

Menurut KH. Mochammad Charis, orang tua harus mampu menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Pendidikan tidak cukup hanya melalui nasihat, tetapi juga harus ditunjukkan melalui perilaku dan sikap sehari-hari.

Baca Juga:  Keluarga Besar Darussalam Mengaji, Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

 

Keteladanan tersebut, lanjutnya, dapat merujuk pada bagaimana Rasulullah SAW memberikan contoh kepada umatnya melalui akhlak dan perilaku dalam kehidupan.

 

Pesan tersebut menjadi salah satu hikmah penting dalam peringatan Maulid Nabi. Kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya diwujudkan melalui lantunan sholawat dan peringatan kelahirannya, tetapi juga dengan berusaha meneladani akhlak serta ajaran beliau dalam kehidupan nyata.

 

Peringatan Maulid Nabi di Gang Wates juga menjadi ruang mempererat hubungan antarwarga. Kehadiran jamaah dalam suasana guyub, ditambah kegiatan santunan anak yatim dan lantunan sholawat, menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan penguatan silaturahmi.

 

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa. Melalui peringatan tersebut, panitia dan jamaah berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus hidup dalam kehidupan keluarga dan , sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kesatuan di tengah momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. (Joe/Red)