Lestarikan Kesenian Tradisional,.Pemkab Bojonegoro Akan Gelar Parade Oklek

SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan menggelar Parade Oklik Ramadhan Bojonegoro 2026 pada Kamis (19/3/2026) pukul 19.00 WIB. Kegiatan dipusatkan di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel, Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan sekaligus melestarikan kesenian tradisional khas Bojonegoro.

 

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, menyampaikan bahwa parade oklik merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjaga dan mengembangkan seni budaya lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.

 

“Parade oklik ini tidak hanya untuk memeriahkan Ramadhan, namun juga menjadi wadah bagi para seniman dan komunitas untuk mengekspresikan kreativitasnya sekaligus melestarikan kesenian tradisional Bojonegoro,” ujarnya.

 

Menurutnya, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan yang datang ke Bojonegoro selama bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan tersebut juga memberi dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif dan UMKM yang dapat berjualan di sekitar lokasi acara.

 

Parade oklik terbuka bagi kelompok seni, komunitas, pelajar, pelajar maupun masyarakat umum dari dalam maupun luar Kabupaten Bojonegoro. Setiap kelompok terdiri dari 10 hingga 20 orang yang dapat beranggotakan laki-laki, perempuan, maupun gabungan keduanya.

 

Dalam penampilannya, peserta diwajibkan memainkan alat musik oklik yang didominasi bambu dengan komposisi minimal 60 persen serta membawakan lagu bernuansa religi. Lagu wajib yang harus dimainkan adalah “Ramadhan Tiba” dengan aransemen kreatif dari masing-masing kelompok.

 

Rute parade dimulai dari Jalan P. Mas Tumapel (start), kemudian melewati Jalan Imam Bonjol, Jalan Mastrip, Jalan MH Thamrin, Jalan Panglima Sudirman hingga kembali finish di Jalan P. Mas Tumapel. Lukiswati menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal.

 

“Kami berharap masyarakat Bojonegoro dapat berpartisipasi dan ikut menyaksikan parade ini sehingga suasana Ramadhan semakin semarak dengan nuansa seni dan budaya,” tutupnya.

 

Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyiapkan hadiah pelatihan bagi para pemenang, yakni juara pertama sebesar Rp2,5 juta, juara kedua Rp2,25 juta, dan juara ketiga Rp2 juta, serta hadiah bagi juara harapan. Pendaftaran kegiatan ini tidak dikenakan biaya dan akan ditutup pada 13 Maret 2026 atau apabila kuota peserta telah terpenuhi.

 

“Pertemuan teknis bagi peserta akan dilaksanakan pada 16 Maret 2026 di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro,” tutupnya.  (Lis/Red)